Wednesday, August 26, 2009

Kukuhnya Dominasi Tiga Vendor


Tingginya popularitas notebook semakin mendorong lonjakan permintaan. Diperkirakan pada akhir 2009, sekitar 2 juta unit notebook terjual di Indonesia. Namun sejauh ini pasar masih dikuasai tiga vendor besar. Dan tampaknya masih sulit mematahkan dominasi Acer diposisi puncak.

Hingga kuartal pertama 2009, Acer masih memimpin penjualan notebook di Indonesia. Pencapaian itu adalah yang keempat kali secara berturut-turut sejak 2005. Keberhasilan mempertahankan posisi itu, melengkapi prestasi Acer Group Indonesia yang kembali merebut posisi sebagai Vendor PC No.1 di Indonesia di berbagai segmen produk (notebook, desktop dan server). Posisi ini telah diraih Acer Group Indonesia sejak 2007.

Menurut data yang dikeluarkan Lembaga Riset Gartner, pada kuartal 1 tahun 2009, penjualan Acer Indonesia mencatat 134,386 unit, dengan pertumbuhan Year on Year mencapai 23,6%. Sementara tahun 2008 lalu tercatat total penjualan Acer mencapai 491,657 unit atau meningkat 20,1 % dari tahun 2007.

Notebook tetap sebagai kontributor terbesar bagi Acer Group Indonesia dengan menyumbang penjualan 116,085 unit pada kuartal pertama 2009 atau mencatat pertumbuhan 30,5% dari periode yang sama tahun lalu. Pangsa pasar (market share) notebook Acer Group Indonesia tercatat meningkat pesat menjadi sebesar 43.2%.

Pencapaian Acer itu jauh mengungguli dua vendor besar lainnya, yakni HP dan Toshiba. HP meraih pangsa pasar 19,9% dan Toshiba sebesar 14%. Secara keseluruhan, tiga vendor itu menguasai lebih dari 70% market share. Sisanya diperebutkan merek-merek lain, baik lokal maupun global.

Menurut Head of Marketing Communications Department, Acer Group Indonesia Helmi Anam, keberhasilan Acer mempertahankan posisi nomor wahid karena Acer mampu merancang produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumennya.
Tengok saja salah varian yang menjadi unggulan Acer, yakni Acer Aspire Timeline. Notebook yang dijuluki “the return of true mobile computing”, ini memberikan pengguna lebih banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaan, selalu terhubung, dan sekaligus menikmati hiburan. Hebatnya, notebook dengan desain thin & light sehingga sangat ringan dijinjing ini, dilengkapi baterai yang mampu bertahan sampai 8 jam, tertinggi diantara notebook lain yang saat ini beredar di pasaran.

Inovasi lainnya dari kemitraan yang erat antara Acer dan Intel adalah Acer menjadi merek notebook yang pertama dan satu-satunya mengaplikasikan Intel Laminar Wall Jet. Ini adalah teknologi pendingin anyar yang digunakan pada mesin jet modern dan pertama kali diaplikasikan pada notebook yang disupport Intel. Teknologi ini memiliki kemampuan untuk mengurangi panas sehingga notebook menjadi lebih dingin.

Keberhasilan Acer mempertahankan posisi market leader untuk pasar notebook selama empat tahun terturut-turut, tentu membuat vendor lain tidak kecil hati. Selain potensi pasar yang masih sangat besar, preferensi konsumen dalam memilih produk kadang sulit untuk ditebak.

Itu sebabnya Toshiba, vendor asal Jepang yang pernah merajai pasar notebook di tanah air sebelum era 2005 ini, berambisi kembali merebut market share hingga 30%. "Untuk mencapai sasaran itu, manajemen akan meluncurkannya berbagai produk notebook low end setiap, sebulan sekali," kata President Director PT Techking Enterprises Indonesia, Gunawan Nugroho.

Ia menyebutkan salah satu kelemahan Toshiba adalah, selama ini lebih terfokus pada pasar menengah ke atas (premium). "Itu sebabnya ditengah trend penurunan daya beli karena imbas krisis global, kami melihat pasar menengah ke bawah sangat prospektif dan itu akan kami garap," katanya. Untuk menjaga agar pasar produk notebook yang sempat turun 30 persen karena krisis, selain fokus pada pasar menengah ke bawah Toshiba juga meningkatkan pemasaran ke luar Jawa, misalnya Sumut.

Dua kombinasi strategi itu ternyata cukup ampuh. Gunawan mengungkapkan pada kuartal pertama 2009, pihaknya berhasil mendongkrak penjualan hingga 70%. Ia optimis dengan memadukan dua varian produk di segmen maintstream dan premium, pada akhir 2009 mendatang, pertumbuhan penjualan akan berkisar di angka 60%.

Line up produk Toshiba yang diminati konsumen adalah Toshiba Satelite L 510, dibandrol Rp 6 juta, Portege M 900 seharga Rp 12 juta dan Toshiba Satelite M 500 M 500 ditawarkan pada harga Rp 16 juta. Toshiba Satelite L 150 mengusung kualitas dan desain yang stylish ke segmen "everyday computing". Sementara Portege M 900 membawa kombinasi cantik antara design dan performa dalam sebuah platform bagi para pengguna mobile, dan Toshiba Satelite M 500 dilengkapi fitur hiburan yang canggih dan sistem penyimpanan hybrid ssd/hdd baru.

Menurut Gunawan, dengan usia yang mencapai 25 tahun di pasar Indonesia, Toshiba berupaya tetap bisa eksis karena ekuitas merek yang sudah kuat tercipta di benak konsumen. Pada 2008 lalu, Toshiba masih bisa tumbuh sekitar 18 persen dimana penjualan notebook menembus angka 1,1 juta unit dengan pemasaran ke Sumut berkisar 20 persen.

Bagaimana dengan HP? Vendor asal AS ini juga terus menggelontorkan produk baru untuk menggaet konsumen. Tidak tanggung-tanggung pada Juli lalu HP meluncurkan 3 notebook terbarunya untuk kalangan bisnis, dengan harga terjangkau. Selain bagi para pebisnis, notebook ini juga cocok bagi UKM.

Ketiga jenis notebook tersebut yakni HP ProBook s-Series: 4410s, 4510s dan 4710s ini disebut bebas dari kandungan merkuri. Mereka hadir dalam 3 ukuran layar: 14 inchi, 15,6 inchi dan 17,3 inchi. Selain itu ketiga notebook tersebut memiliki protector keyboard berbahan Mylar tipis, untuk melindungi keyboard dari kerusakan akibat air kopi atau soda yang tumpah.

"HP ProBook s-Series hadir dengan gaya yang keren, performa yang tangguh dan aman, namun ditawarkan dalam harga yang kompetitif," ujar Megawaty Khie, Managing Director Personal System Grop, HP Indonesia.

HP ProBook s-series ini dipersenjatai prosesor Intel core 2 duo terkini, yang membantu pengguna dalam menurunkan berbagai biaya, serta meningkatkan produktivitas. Model-model HP ProBook berkonfigurasi dengan OS Window, yang memungkinkan kemampuan manajemen daya untuk menghemat energi melalui pengaturan secara otomatis.

Megawaty juga menjelaskan bahwa keunggulan HP adalah layanan antar jemput, untuk reparasi. Alhasil konsumen tidak perlu berusaha payah ke counter HP. Layanan ini juga free, termasuk call free number.

No comments: