Monday, August 3, 2009

Demam Smartphone Android


Industri ponsel mengalami triwulan terburuk pada Januari hingga Maret lalu dimana pasar mengerut 14% dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan Nokia juga mengalami rugi triwulanan pertama sebelum pajak.

Nokia, sebagai pembuat empat dari 10 ponsel, telah kehilangan pasarnya terutama produk yang bisa mengakses internet, mengirim email serta mendownload aplikasi pihak ketiga semacam Apple iPhone atau BlackBerry Storm. Platform Android, di lain pihak makin popular dengan setengah lusin handset akan muncul pada tahun ini.

Analis di HSBC menyebut Nokia menguasai 47% pasar smartphone global pada 2007 dan turun menjadi 35% musim panas lalu dan tinggal 31% pada akhir tahun. Segmen smartphone menjadi penting karena satu-satunya segmen yang masih bisa tumbuh. Konsumen saat ini bertahan untuk terus menggunakan ponselnya yang masih ada, atau menukar handsetnya dengan perangkat lebih mutakhir misalnya iPhone.

Tahun ini volume pasar ponsel diperkirakan akan turun sekitar 10% akibat permintaan konsumen yang melemah. Namun pasar smartphone diperkirakan malah naik 10%-20% dipicu oleh munculnya model baru dari vendor utama.

Salah satu vendor yang agresif menggarap pasar smartphone adalah Samsung. Vendor asal Korea itu memperluas portofolio smartphonenya dengan merilis empat model baru di jajaran Omnia. Samsung menawarkan Omnia II, Omnia LITE dan dua Omnia PRO yang semuanya menggunakan software Windows Mobile Microsoft Corp.

Samsung juga merilis model baru Jet yang berbeda dari 150 ponsel yang dikeluarkan dalam setahun. Ponsel layar sentuh itu menggunakan layar generasi ketiga serta prosesor yang telah ditingkatkan untuk menghadirkan akses internet cepat.
Samsung memposisikan ponsel itu untuk memenuhi pasar yang belum terisi, bagi konsumen yang menginginkan fungsionalitas smartphone dengan harga terjangkau. Samsung belum mengeluarkan harga tapi analis memperkirakan tidak akan jauh dari harga model kelas menengah.

Sales and marketing Samsung mengatakan penjualan ponsel akan turun 8% hingga 9% tahun ini di seluruh industri. Lebih rendah dari perkiraan Samsung sebelumnya sebesar 10% dimana ekonomi global mulai mengalami pemulihan. "Di paruh kedua kami melihat tidak ada sesuatu yang bisa menimbulkan lonjakan permintaan. Tapi ada tanda kecil akan ada recovery ekonomi secara umum. Kami harapkan industri ponsel juga akan mengalami pemulihan," jelas Lee Donjoo.

Demam smartphone juga mendorong Palm untuk merilis produk baru. Palm Pre yang dirilis pada Consumer Electronics Show lalu menjadi topik luas dan disebut sebagai ancaman terbesar bagi iPhone. Dari segi estetika dan fitur, Pre dinilai juga memiliki lebih banyak kelebihan.

Beda dengan vendor ponsel lain, Palm belum mengeluarkan ponsel baru sejak Treo yang dirilis pada 2007. Palm Pre didesain ulang secara besar-besaran, dan berubah total dengan menggunakan Linux yang disebut web OS.

Review yang dilakukan banyak pihak memberikan nilai bagus untuk ponsel ini. PC World bahkan menyebut ponsel ini bisa menjadi penantang berat iPhone, yang saat ini belum memiliki pesaing sepadan.

Review keyboard Pre mudah digunakan, dan nyaman di jari. Sementara kekurangan Pre adalah tidak adanya keyboard layar sentuh. Namun hal itu ditutupi oleh fitur menawan yang ditawarkan Palm Pre. Yakni kemampuannya berpindah aplikasi secara mudah dan sederhana saat menjalankan beberapa aplikasi secara sekaligus. Dan untuk menutup aplikasi cukup dilakukan mengusap layar. User juga bisa menjalankan aplikasi di background, semacam instant messenger atau email. Sementara iPhone hal seperti itu tidak mungkin bisa dilakukan.

Menariknya, dua vendor yang terbilang kawakan di industri PC dan notebook, Dell dan Acer juga bersiap memasuki pasar smartphone. Saat berada di Jepang belum lama ini, CEO Dell, Michael Dell, mengatakan perusahaannya sedang membuat smartphone juga perangkat internet mobile. "Kami sudah mencapai kesepakatan dengan banyak operator, tak lama lagi kami akan merilis perangkat mobile internet dengan ukuran lebih kecil atau smartphone masa datang," katanya.

Sebelumnya analis Kaufman Bros, Shaw Wu mengatakan smartphone Dell ditolak oleh operator. Smartphone Dell dinilai tidak akan mampu bersaing dengan handset popular semacam Apple iPhone, RIM Blackberry, Samsung Omnia atau T-Mobile G1. Tanda-tanda Dell sudah siap memasarkan smartphone adalah laporan Commercial Times di Taiwan. Koran itu menyebut Dell telah melakukan order ke pabrik elektronik Hon Hai Precision Industry Co untuk membuat smartphone.

Sementara Acer juga sudah mengambil ancang-ancang. Meski belum secara resmi, konsumen sudah bisa praorder smartphone yang disebut Acer DX900 di website Clove Technology retailer yang bermarkas di Inggris. Handset ini tampak serupa dengan E-Ten Glofiish DX900 karena fitur dan penampilannya yang sama. Tampaknya Acer hanya menempel nama, setelah membeli produsen smartphone E-Ten tahun lalu. Ponsel itu ditawarkan setara dengan US$570.

Acer sudah mengenalkan serangkaian handset high profile di Mobile World Congress di Barcelona pada pertengahan Februari lalu. Dan Acer DX900 menjadi produk paling dijagokan vendor asal Taiwan itu.

Melihat animo pengguna, pasar smartphone kini memang sedang bergairah. Kalangan industri memperkirakan pengiriman ponsel pintar ini ke seluruh dunia sepanjang tahun 2007 hingga 2011 diperkirakan akan meningkat rata-rata 37,7% per tahun. Pada tahun 2011, pengiriman smartphone diperkirakan akan meningkat tajam menjadi 400 juta unit dari hanya 110 juta unit pada tahun 2007.

Smartphone diprediksi akan menguasai 24.2% pasar telepon selular global pada tahun 2011 dan angka ini akan meningkat 30% pada tahun 2012. Menurut para analis industri, perangkat telekomunikasi selular telah menjadi kebutuhan komunikasi penting sehari-hari, dan ponsel akan terus menggabungkan berbagai variasi fitur yang lebih menarik. Meski begitu aroma persaingan terlihat begitu kentara. Tidak saja antar vendor, namun juga antar operating system (OS). Dan OS yang bersiap mengguncang pasar adalah Android.

Sejak diperkenalkan perdana pada 21 Oktober 2008, sistem operasi Android dari Google Inc, Android memang bertumbuh lambat terutama dalam enam bulan pertama. Namun para analis meyakini, penjualan smartphone Android akan melesat menjelang akhir 2009.
Firma riset Strategic Analystic memperkirakan, penjualan global smartphone berbasis Android akan melonjak hingga 900% sepanjang 2009, mengungguli iPhone yang sukses meraih pertumbuhan tertinggi di industri smartphone dalam dua tahun terakhir. Firma itu memperkirakan iPhone OS selama 2009, hanya akan tumbuh sebesar 79% per tahun. Penurunan iPhone dipicu oleh semakin jenuhnya pasar, karena handset besutan Apple itu sudah beredar di sebagian besar negara di dunia.

Sementara smartphone berbasis Android semakin menunjukkan momentumnya, karena keterlibatan sejumlah vendor papan atas. Pada awal kehadirannya, Android baru didukung oleh empat produsen utama dunia. Mereka adalah HTC Corp, Samsung, LG dan Motorola. Namun, belakangan Android sudah mendapatkan dukungan dari Sony Ericsson. Kelima vendor itu diketahui, telah menyiapkan jajaran smartphone berbasis Android yang diperkirakan akan mampu menyodok iPhone, Blackberry dan E-series Nokia. Kita tunggu saja gebrakan mereka.

No comments: