Tuesday, September 28, 2010

Saat “Everything Everywhere” Mulai Beraksi


Dua raksasa telekomunikasi inggris, Orange dan T-Mobile akhirnya resmi merger. Penggabungan antara Orange dan T-Mobile ini telah melahirkan perusahaan baru yang diberi nama Everything Everywhere. Kesepakatan antara pemilik Orange, France Telecom dan Deutsche Telekom's (T-Mobile Inggris) menciptakan imperium bisnis dengan nilai transaksi penjualan 9,4 miliar Euro atau sekitar US$ 13,5 miliar.

Pasca kesepakatan yang ditandatangani pada September 2009, Perusahaan hasil merger itu akan menguasai sekitar 37% dari pasar ponsel di Inggris, menyalip pemimpin pasar saat ini yaitu Telefonica O2 dan Vodafone. Kedua merek akan tetap dipakai secara terpisah selama 18 bulan pertama.

Selanjutnya mulai bulan depan, sebanyak 30 juta pelanggan akan dapat melakukan panggilan dan mengirim teks (voice dan sms) pada jaringan kedua perusahaan, tanpa biaya tambahan. Hal itu merupakan manfaat nyata yang pertama bagi pelanggan setelah penggabungan dua raksasa ponsel telekomunikasi terbesar di Inggris.

"Ini adalah keuntungan utama konsumen dan memberikan pengalaman yang tak tertandingi dan unik yang tidak dapat ditawarkan operator lain" ungkap Tom Alexander, CEO Everything Everywhere, perusahaan yang menjalankan Orange dan T-Mobile.

Pelanggan yang terdaftar untuk akses kedua jaringan akan mendapatkan keuntungan tidak dipungut biaya tambahan, tanpa perubahan tarif, untuk biaya teks atau panggilan. Selain itu, bagi pelanggan yang kehilangan sinyal pada satu jaringan akan secara otomatis mengambil sinyal dari jaringan lainnya dimana jaringan itu tersedia.

Untuk menunjang hal tersebut mereka akan meluncurkan sebuah sistem baru pada bulan oktober yang memungkinkan pelanggan dari dua perusahaan tersebut untuk mendapatkan layanan bebas roaming. Ini adalah awal dari sebuah rencana ambisius untuk memberikan pelanggan akses cepat ke apa yang mereka inginkan, di mana pun mereka - akses cepat ke segalanya di mana-mana. Hampir separuh penduduk inggris pada bulan oktober nanti akan bisa menggunakan ponsel mereka di lebih banyak tempat dari pada sebelumnya.

Tom Alexander mengungkapkan, tahun depan pelanggan dapat memperoleh manfaat seperti secara otomatis beralih ke mana dari dua jaringan yang memiliki sinyal kuat saat mereka pertengahan panggilan, data yang disempurnakan dan cakupan internet.

Investigasi Monopoli
Sebelum penggabungan dua perusahaan telkomunikasi Inggris ini muncul kekhawatiran praktik monopoli akan terjadi di industri telekomunikasi Inggris. Itu sebabnya, Office of Fair Trading (OFT) dan Ofcom, regulator telekomunikasi, melakukan konsultasi mendalam dengan Komisi Eropa selama proses pemberian izin merger. OFT bahkan telah melakukan investigasi terhadap proses merger ini.

Perhatian utama mereka terutama soal dampak merger terhadap 3 (Tri). Tapi, ternyata 3 yang dimiliki konglomerat Hong kong Hutchison Whampoa, telah menandatangani perjanjian dengan Orange dan T-Mobile, yang akan memberi 3 akses untuk mengembangkan jaringan 3G di Inggris.

Otoritas Inggris dan Brussel juga memberi perhatian soal potensi monopoli perusahaan gabungan atas akses jaringan nirkabel. Tak ada satu pun pihak dari 3, Orange, T-Mobile, Vodafone, O2, dan OFT yang bersedia memberikan komentar soal hal ini.


Fakta dan Data

> T-Mobile adalah salah satu operator seluler terbesar di dunia dengan jumlah pelanggan sebanyak 150 juta dan menguasai 16,6 juta pelanggan di Inggris. T-Mobile menawarkan produk dan layanan yang inovatif seperti Solo, the SIM-only plan, Combi, a traditional minutes and text package serta Flext, tarif seluler yang fleksibel pertama di Inggris. T-Mobile juga telah mempelopori mobile internet dan 3G dengan kecepatan hingga 4.5 Mbps.

> Di inggris, Orange menyediakan kualitas jaringan GSM yang baik dan mencakup 99% populasi Inggis. Pada penghujung 2009, Orange telah memiliki customer base sebanyak 17 juta pelanggan yang terdiri dari 16,1 juta pelanggan mobile dan 1 juta pelanggan fixed broadband.

> Orange pun terkenal sebagai operator yang inovatif. Salah satu layanan yang diperkenalkan pada akhir tahun lalu adalah peluncuran High Definition (HD) pada jaringan suara. HD suara menggunakan AMR-WB (Adaptive Multi-Rate Wideband) codec speech. Teknologi ini memberikan kualitas audio yang sangat baik karena memiliki bandwidth speech 5-70 Hz yang lebih luas dibandingkan dengan narrowband saat codec speech dari 300-3.400 Hz. Fasilitas AMR-WB memberikan peningkatan kualitas suara secara signifikan dengan memanfaatkan sumber daya pada jaringan yang sama.

Monday, September 27, 2010

Catatan F1: Beda Alonso dan Heidfield


Menarik menyaksikan gelaran Formula 1 di Singapura (26/9). Seperti yang kita saksikan, GP yang berlangsung di Marina Bay dan digelar ditengah guyuran lampu terang benderang itu, sukses menempatkan Fernando Alonso sebagai kampiun. Pebalap Spanyol itu, tak mampu dikejar dua pebalap Red Bull, Sebastian Vettel dan Mark Webber.

Dewi Fortuna tampaknya memang tengah menaungi pebalap Ferari itu. Pasalnya, dua pekan silam, Alonso juga sukses keluar sebagai jawara GP Monza, Italia. "Itu adalah momen paling krusial sepanjang musim ini," girang prinsipal Ferrari, Stefano Domenicali, mengomentari kemenangan Alonso.

Dengan dua kemenangan beruntun, Alonso kini menempati peringkat kedua klasemen pembalap dengan nilai 191. Ia cuma defisit 11 angka dari Mark Webber yang masih kokoh di puncak. Alonso hanya perlu memenangkan satu seri lagi, untuk memuncaki posisi klasemen.

Raihan sensasional Alonso itu, tak terlepas dari kegagalan yang dialami oleh Lewis Hamilton yang urung menuntaskan lomba karena mengalami kerusakan suspensi, saat mobil yang ditungganginya bertabrakan dengan Webber di lap ke 36.

Hingga akhir musim, masih ada empat seri lagi yang harus dilakoni. Dua pekan ke depan, lomba akan berlangsung di Suzuka, Jepang. Dengan modal kemenangan di dua seri terakhir, tentu saja tim kuda jingkrak dijagokan untuk kembali berjaya. Meski diunggulkan, Domenicali meminta Alonso dan Ferrari tidak terlena dengan kemenangan itu dan tetap tenang.

Berbeda dengan Alonso yang kini semakin diunggulkan meraih gelar juara F1 2010, pebalap veteran Nick Heidfeld juga harus memendam kecewaan. Heidfeld yang sebelumnya menjadi pembalap tes dan reserve bagi Mercedes dan pembalap tes Pirelli, terpaksa jadi penonton setelah di lap 41, mobilnya bersenggolan dengan Michael Schumacher yang memaksa pebalap berusia 33 tahun harus menuntaskan balapan.

Insiden yang dialami oleh Heidfeld itu, mengulang kejadian yang sama tahun lalu, saat mobilnya ditabrak oleh Adrian Sutil. Heidfeld yang membalap untuk tim BMW, bahkan menyebut Adrian Sutil melakukan tindakan bodoh karena menabrak mobilnya.

Tentu saja ini adalah debut yang mengecewakan bagi Heidfeld. Padahal, Peter Sauber, pemilik tim Sauber berharap banyak dari Heidfeld untuk mengangkat kembali prestasi timnya, karena pebalap sebelumnya Pedro De La Rossa dinilai tak mampu bersaing dengan para pebalap lainnya.

Sebelumnya, peter menyebutkan bahwa dengan mendatangkan Nick Heidfeld, pihaknya akan memiliki pembalap yang sudah mereka kenal dengan sangat baik dan bakal membantu untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh mobil Sauber. Itu pula alasan kenapa mereka terpaksa menggusur Pedro. Sesuai kontrak, Heidfeld akan membela Sauber dalam lima balapan sisa akhir musim, termasuk GP Singapura yang dilangsungkan kemarin.

Dengan empat musim tersisa, keputusan tim Sauber merekrut Heidfeld, sepertinya hanya akan berbuah kekecewaan. Meski memiliki jam yang terbang tinggi (10 tahun musim balapan), Heidfeld dinilai tak memiliki fighting spirit seperti Alonso atau Hamilton yang memiliki fighting spirit luar biasa.

Apakah gayanya yang kalem dan tidak meledak-ledak, membuatnya juga terbawa ke lintasan. Entahlah? Yang pasti, dibalik agresifitas, ketenangan juga menjadi faktor kunci untuk mengunci kemenangan. Itulah yang diperlihatkan oleh Alonso saat ia menjadi kampiun di GP Singapura, meski dibuntuti ketat oleh Vettel.

Mampukah Alonso menjadi juara dunia F1 2010? Kita tunggu nanti hingga sirkuit di Interlagos, Brasil, November nanti.

Friday, September 24, 2010

The Reviving of Mini Cooper


Apa yang menyebabkan Mini Cooper kembali populer di seluruh dunia? Berikut setidaknya empat alasan dibalik kebangkitan mobil mini yang lekat dengan tokoh kocak bin jahil, Mr. Bean.

Akuisisi BMW
Sejak diambil alih oleh raksasa Jerman BMW pada 2002, tak dapat dipungkiri performa Mini Cooper semakin mengkilat. Dengan tetap mempertahankan nilai The British Spirit, BMW hanya cawe-cawe di dua urusan, yakni transformasi teknologi tinggi dan kejelian membaca keinginan pasar. Kini Mini Cooper bahkan mampu mengungguli Range Rovers, mobil asli Inggris lainnya yang lebih dulu populer, namun kini tengah sekarat karena kesulitan keuangan. Sebuah kondisi yang sebelumnya juga pernah dialami oleh Mini Cooper pada era 90-an.

Konsistensi Segmen
Tidak banyak pabrikan mobil yang loyal pada segmen yang diterjuni. Mini Cooper adalah segelintir dari produsen yang konsisten membidik segmen mini. Sejak diproduksi lima dekade lalu sebagai mobil murah, Mini Cooper tetap setia dijalur ini. Popularitasnya mungkin dapat disamakan dengan VW Betlee. Namun tentu saja jauh di atas Chrysler PT Cruiser.

Young and Sporty
Setiap mobil tentunya memiliki philosophi. Begitu juga dengan Mini Cooper. Bila Anda berada dibalik kemudinya, jiwa young and sporty adalah nilai yang dipancarkan oleh mobil ini. Ajang balap atau rally khusus mobil-mobil mini yang digelar secara teratur sejak beberapa waktu lalu di Eropa, seperti Vintage Race Car dan FIA Champion, menambah spirit dari nilai yang diusung oleh Mini Cooper. Apalagi dalam ajang tersebut, Mini Cooper kerap juara.

Trend Migrasi
Melonjaknya harga BBM, mendorong kesadaran pengguna untuk beralih ke mobil-mobil irit sekaligus ramah lingkugan. Kini kendaraan boros bahan bakar seperti SUV kalah bersaing dengan mobil kompak seperti Mini Cooper. Bila dikatagori hybrid, Toyota Prius dan Honda Insight bersaing untuk menjadi mobil teririt, maka di segmen small car dengan bahan bakar bensin, Mini Cooper menjadi salah satu pilihan konsumen. Rating yang dilakukan EPA menunjukkan rata-rata varian Mini Cooper hanya mengkonsumsi 1:25 untuk dalam kota dan 1:32 untuk luar kota. Benar-benar irit!

Tak heran, dengan konsumsi BBM yang hemat itu, situs otomotif terkemuka di AS, Kelley Blue Book baru-baru merilis laporan tahunan yang selalu ditunggu pecinta mobil di seluruh dunia. Bertajuk "2010 Top 10 Green Cars" Mini Cooper meraih posisi ke-lima sebagai mobil paling ramah lingkungan , inilah mesin bensin paling hijau dalam daftar Kelley Blue Book. Rating EPA 28mpg dan 37 mpg di tol. Selain efisiensinya, faktor interior lapang dan kenikmatan mengemudi menjadi nilai lebih.

Sementara untuk posisi puncak kembali diduduki Toyota Prius. Prius memiliki efisiensi bahan bakar 51mpg dikota dan 48mpg di tol. Salah satu keunggulan Prius adalah full-hybrid system yang memungkinkan mobil beroperasi hanya dengan motor listrik saja, mesin bensin bensin saja atau kombinasi keduanya.

Mini Cooper, Trully Sporty Car


Varian convertible memang selalu penuh pesona. Namun melihat tongkrongan New Mini Cooper Convertible 2011, serasa hati ingin langsung berada dibalik kemudi. Mini Cooper memang merupakan mobil impian bagi mereka yang berjiwa muda.

Masih ingat peran yang dimainkan oleh aktris cantik asal Afrika Selatan, Charlize Theron dalam film The Italian Job? Bersama bintang Hollywood Mark Whalberg, Charlize begitu piawai mengemudikan Mini Cooper. Tiga mobil Mini Cooper dengan warna mencolok, terlibat adegan kejar-kejaran menjelang ending film, pastinya memberikan kesan yang mendalam, terutama bagi mereka yang memang memimpikan berada dibalik kemudi mobil itu. Tidak salah, berkat film tentang pencurian emas batangan yang diproduksi 8 tahun lalu itu, popularitas Mini Cooper semakin terkerek, baik di Eropa maupun Amerika Utara.

Di Inggris tempat asal muasal mobil ini, tingginya penjualan dua varian S Hatch dan Mini One, menjadikannya Mini Cooper meraih predikat “UK The Best Selling Convertible 2005”. Akibat lonjakan permintaan, baik untuk pasar Inggris Raya maupun diluar negara itu, membuat pabrik mereka di Oxford harus menggenjot produksi hingga 200 ribu unit setiap tahunnya.

Diluar Inggris, demam Mini Cooper juga sama denyutnya. Salah satu tonggak paling bersejarah adalah, terpilihnya Mini Cooper sebagai 2003 "North American Car of the Year" menggesar dua kandidat lainnya Nissan 350Z dan Infiniti G35.Sejak 2004, Mini Cooper merupakan pabrikan mobil kelima terbesar di AS, Italia dan Jerman. Kini lebih dari 70 negara merupakan pasar bagi Mini Cooper dengan peningkatan penjualan yang signifikan. Hebatnya, sebanyak 10 ribu hingga 20 ribu unit, terjual secara pre-sold, mengalahkan Honda Civic dan Toyota Echo, dua sedan compact yang selama ini merupakan raja pre-sold.

Untuk meneruskan dahaga, kini penggemar Mini Cooper, tak perlu lagi menunggu untuk bisa memiiliki varian terbaru The New Mini Cooper S, yang sebelumnya sudah diperkenalkan pada awal Januari 2010. Sesuai jadwal, varian tersebut memang sudah bisa dipesan mulai September ini. Sementara bagi penyuka model SD yang merupakan Cooper S dengan mesin diesel, sedikit bersabar karena model ini baru akan di luncurkan pada tahun 2011.

Di Jakarta sendiri, Mini Cooper memang belum banyak yang lalu lalang. Saya sendiri baru beberapa kali menemukan mobil keren ini melintas lincah, ditengah padatnya lalu lintas. Namun percayalah, pemiliknya adalah orang yang berjiwa sporty sekaligus berani tampil beda.

Data dan Fakta
● Mini Cooper pertama kali di produksi di Inggris pada 1958 sebagai mobil murah, saat negeri itu dilanda depresi ekonomi
● Sejak diambil alih oleh BMW pada 2002, penjualan berbagai varian Mini Cooper meluas hingga 70 negara.
● Sejak beberapa tahun terakhir, sebanyak 20.000 hingga 40.000 unit Mini Cooper adalah penjualan dengan sistem pre-sold.
● Melonjaknya permintaan menyebabkan pabrik Mini Cooper di Oxford, Inggris, harus bekerja keras memenuhi pesanan rata-rata 200 ribu unit per tahun

Wednesday, September 22, 2010

Reinkarnasi Zune, Mampukah Mengimbangi iTunes?


Raksasa peranti lunak, Microsoft terus berupaya mengembalikan kedigdayaannya yang belakangan semakin tergerus oleh para pemain lain. Setelah melepaskan "peluru" baru, yakni Internet Explorer (IE) 8 yang merupakan generasi teranyar web browser besutannya, kini Microsoft bersiap untuk memulai menghadirkan sebuah toko musik online dan layanan video dan musik berlangganan untuk bersaing dengan iTunes, milik Apple.

Toko dan layanan yang ditawarkan akan hadir dengan merek Zune. Bagi penikmat portable media player (PMP), Zune tentu saja tidak asing. Gadget ini awalnya merupakan nama pemutar musik digital Microsoft yang diluncurkan pada 2006 sebagai calon pembunuh iPod. Namun akhirnya gagal untuk membuat dampak yang besar di pasar AS dan belum pernah dijual di luar Amerika utara.

Meski produksi gadget ini sudah dihentikan, namun Microsoft rupanya tidak berniat untuk mengubur Zune sepenuhnya. Karena akhir November nanti Microsoft meluncurkan layanan streaming film dengan merek Zune bagi Xbox 360 di 18 negara, termasuk Inggris dan 14 negara Eropa dan Skandinavia. Toko dan layanan berlangganan untuk pengguna PC Windows, baru kemudian menyusul Windows Phone 7 dalam beberapa minggu setelahmya.

Reinkarnasi Zune bernama Marketplace ini digambarkan sebagai rival yang "kompetitif" dengan Apple iTunes Store, yang mendominasi sektor music download, dan Amazon. Lagu-lagu akan datang dalam format MP3, dan dikodekan pada kualitas tinggi - antara 256kbps dan 320kbps. Mereka bisa dibeli melalui PC, Windows Phone 7 atau Xbox 360.

Salah satu layanan yang digadang-gadang akan menjadi trigger adalah Zune Pass, yang akan dikenakan biaya 8,99 poundsterling , telah tersedia di AS sejak November 2008. Zune Pass memungkinkan download dan streaming tak terbatas musik dari Zune Marketplace.

Khusus bagi pengguna Xbox 360 akan melihat Zune dan Zune Marketplace yang langsung muncul di halaman depan. Ini akan dapat dikendalikan oleh kontroler Xbox standar, atau layanan Kinect pada masa mendatang.

Tak pelak, kehadiran Zune langsung berhadapan dengan iTunes yang masih merajai pasar musik dan movie digital hingga saat ini. Jadi kita tunggu saja, apakah Zune bisa menjadi the rising star , sekedar penggembira atau bahkan kembali jadi pecundang?

Tuesday, September 21, 2010

Steve Jobs, Kejarlah Aku Hingga Ke Apple Store


Sukses yang diraih Apple Store, membuat vendor lain merasa tertantang untuk membangun pasar aplikasi yang jauh lebih baik. Mampukah mereka menyalip Apple?

Apple memang fenomena di jagat industri digital. Sejak Steve Jobs kembali ke pucuk pimpinan pada 1997, saham Apple terus meroket dari hanya $3 menjadi $247. Faktanya, Apple kini bagaikan alam raya yang terus berkembang. Tak tanggung-tanggung, ada lebih dari 85 juta iPhone dan iPod Touch, naik luar biasa sejak Juli 2007 yang nol unit.

Para pengguna iPhone telah mengunduh 4 milyar aplikasi dari AppStore , dan lebih dari 10 milyar lagu, 33 juta film, dan 250 juta acara TV dari iTunes. Menurut firma riset IDC, para pemilik iPhone yang jumlahnya hanya 2,2% dari total konsumen ponsel di seluruh dunia, ternyata menghabiskan 64% total waktu mobile browsing.

Firma riset lain, Net Application menyebutkan, kehadiran iPad yang diluncurkan pada awal tahun ini semakin membuat pengguna ketagihan dengan berbagai aktifitas dan konten digital. Hingga Juni 2010, Apple mengklaim telah menjual 2 juta unit iPad hanya di pasar AS saja. Disisi lain, sebanyak 8.500 aplikasi iPad yang dihadirkan di AppStore telah diunduh lebih dari 35 juta kali. Apple sendiri menyiapkan tak kurang dari 185 ribu aplikasi yang tersedia di AppStore. Dan jumlahnya terus bertambah setiap bulannya.

Net Application juga mengungkapkan lebih dari 125 ribu pengembang kini membuat aplikasi untuk produk-produk Apple. Hebatnya, Jobs tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk membayar aplikasi itu. Mereka menantangani kontrak untuk mematuhi syarta-syarat yang ditetapkan Apple, dengan harapan pengguna akan membeli aplikasi mereka atau melihat iklan di aplikasi tersebut.

Tentu saja, kesuksesan yang diraih Apple dengan AppStore-nya, membuat vendor lain merasa tertantang. Microsoft, Nokia, RIM (Research In Motion), dan Google pun kini melaju di jalur yang sama. Tak terkecuali dua vendor Asia, LG dan Samsung yang mencoba peruntungan serupa.

Super Apps BlackBerry
BlackBerry yang terus menjadi pilihan para pecandu email dan messenger, memastikan toko aplikasi yang mereka kembangkan jauh lebih baik dibandingkan milik Apple.
Pada ajang WES (World Enterprise Symposium) yang berlangsung pada April 2010 di Orlando, AS, Bos RIM Mike Lazaridis mengklaim bahwa aplikasi yang ditawarkan BlackBerry berbeda dengan smartphone lainnya. Sebab mereka mengusung konsep 'Super Apps'. Apa itu?

'Super Apps' adalah bagaimana membuat pengembang aplikasi dapat berkreasi lebih bebas dalam membuat sebuah software mobile yang bisa berinteraksi alias berintegerasi dengan aplikasi lainnya.

"Efisensi artinya bagaimana membuat BlackBerry menjadi sebuah solusi mobile dan investasi yang efektif bagi user. Sebab, aplikasi di perangkat ini saling bekerja sama," ujar Mike. Pentolan RIM ini pun percaya bahwa para pengguna BlackBerry nantinya akan semakin ketergantungan dengan beragam aplikasi yang ditawarkan Blackberry Apps World lantaran kegunaan yang ditawarkannya tersebut.

Mike mengungkapkan, sejak kemunculannya pada Maret 2009 lalu, BlackBerry Apps World hingga kini telah memiliki 6.500 aplikasi yang bisa diunduh. Jumlah itu sudah termasuk yang berbayar atau yang cuma-cuma alias gratis.

Alan Brenner, Senior Vice President BlackBerry Platform, RIM mengatakan, ada sekitar 20 juta pengguna BlackBerry Apps World yang aktif dan tersebar di 52 negara di berbagai belahan dunia.

"Sekarang sudah tersedia dalam 6 bahasa dan didownload satu juta kalo per hari. Kita akan terus melakukan ekspansi ke negara-negara lain. Tapi nanti kita akan lihat kemungkinannya kemana," pungkasnya.

Google Chrome Web Store
Chrome Web Store kabarnya segera siap diluncurkan Oktober 2010. Hal ini mengindikasikan kehadiran perangkat dengan OS Chrome dijadwalkan hadir pada waktu yang kurang lebih sama.

Chrome Web Store adalah toko online untuk aplikasi web milik Google. Namanya mulai diperbincangkan sejak diumumkan Google pada konferensi I/O 19 Mei 2010. Kehadiran toko online ini nantinya akan bersaing dengan App Store Apple dan Android Market yang juga masih milik Google.

Google memang tidak menyebutkan tanggal pasti diluncurkannya toko aplikasi online ini. Namun sebagian besar presentasi yang didiskusikan selama konferensi I/O Google mengindikasikan Chrome Web Store akan siap pada Oktober 2010.

Itu artinya, berbagai gadget berbasis Chrome akan mulai marak bermunculan di bulan yang sama. Kabar baiknya lagi, Google sepertinya berencana mengambil untung dari para pengembang aplikasi hanya sebesar lima persen.

Ini tentu sebuah kabar menyenangkan mengingat toko aplikasi rata-rata akan mengambil keuntungan hingga 30 persen dari penjualan aplikasi di tokonya. Sayangnya, Google masih bungkam soal ini.

Meski demikian, bocoran menyebutkan toko virtual ini memungkinkan pengguna memasang aplikasi langsung pada browser, termasuk game dengan grafis 3D. Berbeda dengan Android Market yang juga dikembangkan Google, aplikasi yang tersedia di Chrome Web Store adalah aplikasi untuk web browser. Menurut Google, aplikasi yang ada di situ di bangun dengan teknologi dan piranti web standar. Artinya, aplikasi itu bisa bekerja pada semua browser modern yang mendukung standar itu.

Sedangkan jika diakses dari browser Google Chrome, aplikasi yang diinstal dari toko itu akan mencakup juga shortcut langsung dari desktop. Google juga mengatakan ada beberapa fitur khusus lain untuk pengguna browsernya.

Beberapa aplikasi yang akan tersedia termasuk game. Bahkan, Google dilaporkan sudah mendemokan game seperti Plant vs Zombie dan LEGO Star Wars yang bisa berjalan lancar di browser. LEGO Star Wars merupakan game dengan grafis 3D.

Nokia Ovy Store
Memang terkesan agak lambat setelah Apple merajai pasar aplikasi, diikuti BlackBerry yang mengekor diposisi kedua. Seperti diketahui, Nokia baru pada akhir Mei 2009, mengumumkan toko online Ovy Store. Namun, para analis menilai peluang Nokia untuk meraih jutaan download sangat terbuka lebar karena toko online-nya bisa diakses oleh 70 juta pengguna ponsel Nokia dari 50 tipe di berbagai negara yang sudah tersedia layanan Ovy Store.

Agar bisa mengakses Ovy Store dari ponsel Nokia,pengguna harus mengunduh mobile client di ponsel Nokia, terkecuali N-series dan ponsel cerdas lain seperti E63. Konten yang dapat diunduh juga beragam, seperti aplikasi, games, video, personalizing, podcast, productivity tool, web and location-based service yang terbagi dalam empat katagori. Selain bisa diunduh dari ponsel, Ovy Store juga bisa diakses lewat PC atau notebook. Kemudian, konten yang telah diunduh bisa ditransfer ke ponsel.

Untuk mengejar ketinggalan dengan toko milik Apple dan BlackBerry, baru-baru ini Nokia juga telah mempermak tampilan Ovy Store. Sebelumnya, Nokia memang terlihat kurang puas dengan kinerja Ovi Store, terlebih jika dibandingkan dengan App Store. Pasalnya, App Store lebih laku karena memiliki jutaan pengunduh aplikasi per hari, dengan pengguna aktif tercatat sekitar 80 juta orang pada akhir 2009.

Dengan tampilan itu, desain baru OVI Store ini terlihat lebih simpel dari versi terdahulu. Perubahan yang paling mendasar adalah sistem rating lima bintang. Menurut blog Nokia, hal ini ditujukan untuk mempermudah pengguna dalam mengunduh aplikasi favorit pilihan mereka.

Selain itu masih ada sistem quick review, yang muncul saat pengguna melakukan mouse-hover, ke sebuah ikon aplikasi. Kini pengguna pun dapat mengunduh sebuah aplikasi sebelum mereka melakukan review. Secara umum, tampilan baru OVI Store ini makin membuat toko aplikasi Nokia tersebut lebih siap untuk bersaing dengan App Store, App World ataupun Android Market.

Samsung App Store
Dibanding App Store, toko aplikasi Samsung diklaim bakal tiga kali lipat lebih besar untuk menampung lebih banyak aplikasi. Samsung pun telah menyiapkan toko tersebut di pasar Eropa, Asia dan Amerika Latin.

Tampaknya Samsung benar-benar serius untuk mendukung kehadiran Samsung Wave, ponsel pertama mereka dengan sistem operasi Bada. Toko aplikasi Samsung yang berukuran lebih besar dari App Store pun disiapkan untuk menampung aplikasi-aplikasi bagi perangkat berbasis Bada. "Peluncuran toko aplikasi ini juga bakal mendongkrak penjualan ponsel pintar Samsung," ujar juru bicara Samsung Kan Hyun Kwon.

Kwon meyakini hadirnya toko aplikasi Samsung bakal memungkinkan pengguna untuk lebih mengeksplorasi fitur-fitur terbaru OS Bada. "Hal ini akan membuat produk smartphone kami lebih produktif, menghibur, dan lebih berguna," tambah Kwon.

Dia melanjutkan, di masa depan Samsung akan meneruskan penawaran aplikasi yang lebih sempurna bagi semua produk smartphone mereka. "Kami juga akan menawarkan produk-produk terbaru, yang sesuai dengan semua jenis kebutuhan dan gaya hidup konsumen," tegasnya.

LG Super Store
Vendor terbesar kedua di Korea ini juga serius dalam membangun toko aplikasi. Namun berbeda dengan Samsung yang membidik tiga pasar sekaligus, LG mengawali layanan yang diperkenalkan pertama kali pada 14 Juli 2009, dengan memfokuskan pada pasar Asia terlebih dahulu, yakni Singapura dan Australia, baru kemudian pasar dunia.

Di dalam toko aplikasi milik LG, tersedia sekitar 1.500 aplikasi termasuk sekitar 100-an aplikasi gratis. Semuanya dapat diakses lewat 15 bahasa. LG menarrgetkan hingga akhir 2010, jumlah aplikasi yag terpajang di tokonya dapat membengkak hingga 4.000 jenis.

Wednesday, September 15, 2010

Antara Go A Head dan Just Do It


Saya bukan perokok. Tapi sejujurnya, saya menyukai iklan-iklan rokok. Ada sesuatu yang bisa didapatkan jika menyaksikan tayangan iklan tersebut. Iklan rokok Sejati misalnya kerap menampilkan sepotong kisah yang berisi semangat hidup yang dibalut dalam tantangan keseharian. Intinya, selalu ada peluang dibalik tantangan yang menghadang. Salah satu versi yang paling saya suka dari iklan brand ini adalah, semangat untuk tidak melupakan kawan lama yang pernah berjuang bersama dikala susah. Versi lain yang cukup mengelitik adalah semangat untuk meningkatkan citra pariwisata Indonesia dan menjualnya ke turis asing. (Kebetulan juga, kawasan yang dijual adalah daerah kulon, kampung halaman saya).

Lewat positioning "Sejati, Emang Bikin Bangga", kampanye iklan produk buatan PT Bentoel Tbk ini, agaknya mencoba lebih membumi. Pasalnya, pemimpin pasar di segmen sigaret kretek filter, yakni Jarum Super (My Life My Adventure) terasa mengawang-awang. Pemain terbesar kedua, Gudang Garam (Nyalakan Merahmu) masih lebih dekat dengan suasana keseharian. Simak iklan versi karyawan yang di PHK namun sukses jadi wirausahawan atau pengusaha makanan yang berhasil meningkatkan omzet setelah mengubah konsep bisnisnya.

Namun, diluar semua itu, bagi saya brand paling kreatif dalam mengemas kampanye promosi tetap A Mild. Kenapa? Karena, jika brand lain cendrung konsisten dengan positioning, A Mild terus berubah-ubah, bahkan kerap menabrak status quo. Simak positioning Star Mild (Lebih Punya Taste, Lebih Terobesi) atau Class Mild (Talk Less Do More). Kedua merek yang merupakan challenger di segmen mild ini, selalu mengubah gaya beriklan namun dengan pendekatan yang tetap sama. Mungkin yang lebih mendekati pola A Mild adalah LA Light. Namun sepertinya, produk buatan PT Jarum Tbk ini, tidak memiliki karakter yang kuat.

Tengok juga kampanye Dji Sam Soe. TVC Dji Sam Soe, mereka selalu berbicara tentang heritage or tradition, authenticity, dan quality consistency dari produk rokok Dji Sam Soe sendiri. Sehingga the product premium and superior quality menjadi core positioning Dji Sam Soe. Berbagai eksekusi TVC menunjukkan hal ini dengan nyata, di antaranya tentang seseorang yang tengah kuliah di luar negeri dan merindukan Dji Sam Soe, kemudian tentang petani tembakau yang begitu bahagia karena kualitas tembakau terbaiknya telah dipercaya oleh Dji Sam Soe, serta petani cengkeh yang bangga akan kualitas cengkehnya yang digunakan oleh Di Sam Soe. Jelas bahwa di sini kualitas atribut produk Dji Sam Soe sendiri merupakan positioning-nya.

Kembali ke gaya A Mild. Seperti yang kita saksikan di layar kaca, kampanye terbaru dari produk yang kini dikuasai oleh Phillip Morris, sejak pertengahan 2009 mengusung tema "Go A Head". Positioning ini, sejujurnya terbilang biasa, sebab frase Go Ahead sudah terbilang umum. Meski demikian, translasi dari bahasa verbal menjadi visual menjadi sangat menarik, saat menyasikan ragam TVC A Mild dengan slogan tersebut.

Simak misalnya, TVC si gendut ingin berenang atau dua sejoli yang malu-malu kucing untuk berkenalan. Dua TVC ini menjadi pembuka kampanye Go A Head di 2009. Sementara sepanjang 2010, A Mild sudah mengeluarkan sedikitnya lima varian TVC. Dua varian terakhir adalah cowok dan cewek yang berani meniti tali untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, ditengah kepungan tali-tali yang berseliweran di seantero gedung. Inti dari pesan itu, mungkin adalah kita perlu mengambil terobosan, karena hidup tak harus terkungkung dalam kerangkeng.

Bisa jadi iklan gaya A Mild itu, mirip dengan kampanye ilan yang dipopulerkan oleh Nike pada era '80-an, yakni Just Do It. Tema ini yang kental dengan semangat "pemberontakan", mengatrol Nike sebagai merek sepatu terkemuka sekaligus mendongkrak Charles Jourdan sebagai atlet paling top saat itu.

Jadi, Go A Head, lakukan saja apa yang ingin Anda lakukan! Ubahlah cara Anda dalam menikmati hidup. Setuju?

Monday, September 6, 2010

LG dan Agresifitas di Pasar TV LCD


Meski sejumlah vendor elektronik papan atas mulai menggeber penjualan TV LED (light Emmiting Diode) yang mampu menawarkan ketajaman gambar lebih baik dibandingkan pendahulunya, namun faktanya pasar masih menyerap lebih banyak TV LCD. Harga yang lebih murah, tampaknya membuat LCD TV dalam lima tahun ke depan masih menjadi primadona di mass market.

Itu sebabnya, banyak vendor tetap menempatkan LCD sebagai cash cow untuk mendongkrak pertumbuhan. Tengok saja langkah LG. Produsen elektronik terbesar kedua di televisi liquid-crystal-display (LCD) berencana untuk meningkatkan penjualan LCD TV menjadi sekitar 40 persen di tahun depan. Ini sebagai imbas penurunan harga yang lebih rendah untuk meningkatkan permintaan.

Dengan target itu, LG berharap dapat menjual 35 juta TV LCD, naik dibandingkan tahun lalu dengan penjualan mencapai 25.000.000 set itu mengharapkan untuk menjual pada akhir tahun ini, kata Simon Kang, presiden divisi hiburan rumah LG. Penjualan termasuk TV plasma dapat mencapai 40.000.000 set tahun depan dari 29 juta tahun ini, katanya.

Laporan Bloomberg, Minggu (5/9/2010) menyebutkan pengiriman TV LCD secara global diperkirakan naik 23 persen menjadi 226.700.000 set pada tahun 2011 dari 184.100.000 tahun ini.

LG mengharapkan penjualan TV LCD yang menggunakan dioda pemancar cahaya atau LED akan menguasai sekira 60 persen dari total penjualan LCD TV tahun depan.

LG yang berbasis di Seoul pada tanggal 28 Juli mengalami penurunan laba hingga 90 persen menjadi USD105 juta) pada kuartal kedua.. Laba di divisi hiburan rumah turun 90 persen, sedangkan penjualan naik 19 persen.

Twitter Pun Mengejar Facebook


Kepopuleran Facebook sebagai situs jejaring sosial nomor wahid memang tak terbantahkan. Namun, laksana sprinter, Twitter pun terus mengejar. Laporan terbaru menyebutkan, pengguna Twitter yang berasal dari ponsel mengalami peningkatan sebanyak 60 persen sejak April lalu. Ini bertepatan saat Twitter memperkenalkan aplikasi Twitter for iPhone.

Menurut salah satu pendiri dan CEO Twitter Ec Williams, bahwa hingga saat ini layanan mikroblogging besutannya telah terdaftar 145 juta pengguna dan hampir mengalami kenaikan sebesar 40 persen sejak empat bulan yang lalu.

Dari 145 juta pengguna Twitter, Williams mengatakan bahwa 16 persen dari semua pengguna baru mulai menggunakan layanan tersebut melalui perangkat mobile. Hampir setengah dari semua pengguna mengakses layanan melalui perangkat mobile secara teratur.

"Keputusan untuk mengembangkan dan atau membeli klien resmi Twitter memainkan peran besar dalam pertumbuhan ini," terangnya dalam postingan blog, yang dikutip Gigaom, Jumat (3/9/2010).

Yang menarik adalah bahwa berdasarkan statistik yang diberikan oleh pendiri Twitter dalam posting-nya, pengunjung situs Twitter.com hampir sama banyak dengan pengguna mobile seperti iPhone atau BlackBerry apabila disatukan.

"Hal ini wajar menginggat pengguna baru ingin merasakan nuanasa Twitter pertama kali melalui situs, setelah itu baru menyesuaikan aplikasi dengan kebutuhannya," tandas Williams.

Twitter mengklaim pengguna mikroblogging tersebut kini telah mencapai 145 juta. Angka tersebut hanya pengguna Twitter desktop. Pengguna Twitter mobile diperkirakan lebih besar lagi.

Selain memberitahukan kenaikan jumlah pelanggan, William juga memberikan daftar 10 aplikasi yang paling banyak digunakan oleh para pengguna Twitter dalam kurun 30 hari terakhir.

Menurut William, sekira 78 persen pengguna Twitter mengakses Twitter.com, 14 persennya menggunakan m.twitter.com, hanya delapan persen yang menggunakan SMS, delapan persen lainnya menggunakan Twitter untuk iPhone dan hanya tujuh persen yang menggunakan Twitter untuk Blackberry.

Aplikasi lainnya yang masuk daftar 10 aplikasi Twitter adalah Twitpic untuk meng-upload foto, TweetDeck, Echofon, Google Friend Connect dan UberTwitter.

Thursday, September 2, 2010

Antara XL Axiata dan CIMB Niaga


Bagi kalangan bisnis, diskusi tentang menegangnya hubungan Malaysia dengan Indonesia, tak bisa dilepaskan dengan kokohnya gurita perusahaan Malaysia di negeri ini. Tanpa disadari, dalam beberapa tahun terakhir, kinerja perusahaan-perusahaan asal Malaysia semakin kinclong. Krisis finansial global yang terjadi pada akhir 2008, pun tak mampu membendung pertumbuhan mereka yang gilang gemilang. Sebagai contoh, mari kita tengok kinerja XL Axiata dan CIMB Niaga.

XL Axiata
XL Axiata Tbk (EXCL) melaporkan kinerja semester pertama dengan laba bersih sebesar Rp1,3 triliun, kenaikan 87 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.

"Pendapatan usaha XL meningkat sebesar 35 persen (year on year/yoy) menjadi Rp8,5 triliun dan jumlah pelanggan meningkat sebesar 43 persen yoy menjadi 35,2 juta pelanggan. EBITDA juga mengalami pertumbuhan sebesar 73 persen yoy menjadi Rp4,4 triliun sementara EBITDA marjin meningkat menjadi 52 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu 41 persen," ujar Presiden Direktur EXCL Hasnul Suhaimi.

Hasnul juga menyebutkan pendapatan dari data, dengan kontribusi 7 persen terhadap total pendapatan usaha, mengalami kenaikan sebesar 271 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.

Untuk memperkuat layanan data, seiring dengan meningkatnya popularitas penggunaan BlackBerry, XL yang terkenal dengan image tarif murah, juga menurunkan tarif bulanan layanan Blackberry dari Rp150 ribu per bulan menjadi Rp99 ribu per bulan.

Dengan promosi yang agresif termasuk strategi sms gratis antar operator yang dipopulerkan sejak awal 2010, jumlah costumer base XL pun meningkat tajam. Kini, XL mengantongi 35 juta pelanggan, dan ditargetkan menjadi 39 juta pelanggan pada akhir tahun ini.

Meski berada diposisi ketiga, market share XL kini tidak berbeda jauh dengan Indosat yang ada diperingkat kedua. Dengan promosi yang super agresif sekaligus selalu dikesan murah, besar kemungkinan pada akhir 2010, XL yang kini mengemas 35 juta pelanggan akan menyalip posisi Indosat yang punya 39 juta pelanggan.

Selain kuatnya figur Hasnul Suhaimi, agresifitas XL tampaknya tak bisa dilepaskan keinginan Tan Sri Dato’ Muhammad Radzi bin Haji Mansor, sang CEO Axiata Berhard. Pria yang juga Presiden Komisaris XL Axiata ini, bahkan bertekad menjadikan XL sebagai pemain nomor satu di Indonesia, dalam lima tahun ke depan.

CIMB Niaga
Didepak dari posisi orang nomor satu di PT Telkom, membuat Arwin Rasyid tak kecil hati. Justru sejak didaulat menjadi President Director CIMB Niaga tiga tahun lalu, Arwin Rasyid yang sebelumnya pernah menukangi Bank Danamon, mampu membuktikan tangan dirinya sebagai bankir yang andal. Pencapaian bank hasil merger antara Lippo Bank dan Bank Niaga ini semakin berkilau.

Tercatat laba bersih konsolidasi CIMB Niaga Rp1,13 triliun pada semester I 2010 atau naik 62% dibandingkan periode sama sebelumnya sebesar Rp698,47miliar.

CIMB Niaga juga mencatatkan pendapatan bunga bersih naik 15,9% dari Rp3,04 triliun pada semester pertama 2009 menjadi Rp3,53 triliun pada semester pertama 2010. Laba operasional naik 32% dari Rp1,13 triliun pada semester pertama 2009 menjadi Rp1,50 triliun pada semester pertama 2010.

Arwin Rasyid menjelaskan kenaikan laba pada semester I ini terutama ditopang oleh meningkatnya total pendapatan operasional sebesar Rp367 miliar. Dia menyebutkan paruh tahun 2010 ini, Net Interest Income (NII) perseroan mencapai Rp3,5 triliun atau meningkat 16% dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp3 triliun.

Dari sisi kredit, perseroan membukukan pertumbuhan pada semester I/2010 menjadi Rp91,8 triliun atau naik 26% dari Rp73,1 triliun pada periode yang sama.

“Pertumbuhan kredit terjadi di semua segmen usaha terutama krdit korporasi dan ritel yang meningkat masing-masing sebesar 33% dan 22% padasemester I/2010 dibanding periode yang sama tahun lalu ,” katanya.

Selain varian produk dan jasa yang beragam dan mumpuni, CIMB Niaga juga dikenal sebagai bank yang agresif dalam mendekatkan diri ke pelanggan, terutama ritel dan UKM. Sepanjang 2010 ini, mereka telah memperluas kegiatan operasional 18 kantor cabang baru terdiri dari 12 kantor cabang konvensional dan 6 kantor cabang syariah (KCS).

Hadirnya 18 cabang baru tersebut semakin memperluas jangkauan layanan CIMB Niaga melalui 710 cabang yang dimiliki, sekaligus mempertahankan posisi CIMB Niaga sebagai bank terbesar ke-lima di Indonesia dari sisi jumlah kantor cabang.

Ujian Bisnis Malaysia di Indonesia


Pidato Presiden SBY (1/9)/10) ihwal hubungan Indonesia dan Malaysia yang semakin menegang akhir-akhir ini, ternyata juga mengungkapkan sisi lain yakni menyangkut nilai bisnis yang tidak kecil. Sby bilang, total nilai perdagangan diantara kedua negara, saat ini berkisar US$ 11,4 milyar.

Yang menarik, perusahaan-perusahaan asal Malaysia terus berlomba-lomba menanamkan investasi di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, dalam lima tahun terakhir, investasi mereka terus melonjak mencapai US$1,2 milyar, tersebar di 285 proyek. Sayangnya, entah karena kebijakan proteksionis pemerintah Malaysia atau karena alasan lainnya, investasi perusahaan-perusahaan Indonesia di negeri jiran itu hanya sebesar US$ 534 juta.

Meski banyak kalangan bisnis meyakini perteruan tersebut akan segera berakhir, namun yang pasti citra perusahaan Malaysia juga tengah diuji. Sebab bagaimana pun, sentimen nasionalisme terkadang dapat berdampak buruk, apalagi jika itu juga disangkutkan dengan iklim kompetisi di mana perusahaan-perusahaan Malaysia merupakan pemain yang dominan.

Beberapa kelompok yang terkenal "keras", bahkan sudah memperluas obyek aksi unjuk rasa, tak hanya di Kedubes Malaysia di Kuningan, namun juga di depan kantor perusahaan asal Malaysia. Sejumlah massa dari Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera), misalnya menggeruduk dua perusahaan besar Malaysia di Jakarta. Kantor perusahaan minyak Malaysia, Petronas di Jalan Sudirman dan kantor Bank CIMB di Jalan Gatot Subroto.

Alhasil, perusahaan-perusahaan Malaysia lainnya sudah pasang kuda-kuda. Divisi corporate communication, tentu saja paling sibuk. Mereka banyak menghubungi media, menjelaskan duduk perkara. Intinya, meski asal Malaysia mereka membayar pajak, melakukan investasi yang tak sedikit untuk kemajuan negeri ini. Harapannya, unjuk rasa tidak terus melebar hingga menimbulkan antipati atau yang lebih parah berbuntut pada kampanye anti produk Malaysia.

Terlepas dari langkah persuasi dan kampanye yang intensif ke pada media-media massa, saya meyakini sentimen terhadap Malaysia masih akan terus menghangat setidaknya hingga beberapa bulan ke depan. Apalagi jika tidak ada langkah kongkret, untuk meredam ketidakpercayaan publik.

Walhasil, bagi perusahaan-perusahaan asal Malaysia, rasanya lebih bijak untuk tidak melakuan show-off. Promosi yang terlalu gencar, bahkan dengan embel-embel menyertakan tagline berbau Malaysia, seperti yang dilakukan BII yang menyeratakan Maybank, bisa jadi malah akan counter productive.

Semakin Menggurita
Fakta bahwa perusahaan asal Malaysia semakin dominan di Indonesia memang tak terbantahkan. Krisis moneter yang membuat ekonomi Indonesia terpuruk menjadi jalan masuk bagi imperium bisnis Malaysia. Saat banyak perusahaan Indonesia dijual murah, bak burung Nazar memburu mangsa, mereka dengan sigap mengambil kesempatan. Tak tanggung-tanggung, jaringan bisnis Malaysia kini telah tersebar dan merambah ke berbagai sektor bisnis strategis di Indonesia, mulai dari sektor telekomunikasi, perminyakan, perkebunan, perbankan, penerbangan, otomotif, jalan tol, hingga MLM (multi level marketing). Mereka pun bukan pemain kacangan, karena kerap menentukan peta pasar, seperti industri CPO, selular dan penerbangan.

Nama-nama perusahaan itu antara lain adalah XL Axiata, Petronas, CIMB Niaga, BII Maybank, ICB Bumiputra, Air Asia, Sime Darby, PLUS Express Way, Proton dan lainnya.
Mereka memanfaatkan pasar Indonesia yang sangat besar. Jumlah penduduk 237 juta jiwa merupakan target besar untuk menjaring keuntungan dari negeri ini, ketimbang jumlah penduduk Malaysia yang hanya 27 juta jiwa.

Berikut ini sejumlah profil singkat ekspansi grup bisnis Malaysia di Indonesia.

1. XL Axiata Tbk
XL Axiata yang dikenal dengan XL adalah salah satu operator seluler terbesar ketiga di Indonesia setelah PT Telkomsel dan PT Indosat. Bahkan, dalam bulan Ramadan ini, XL merupakan salah satu operator yang sangat agresif melakukan ekspansi, termasuk menjaring pelanggan baru. Kepemilikan saham XL saat ini mayoritas dipegang oleh raksasa telekomunikasi Malaysia, yakni Axiata Group Berhad (“Axiata Group”) melalui Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd (dahulu Indocel Holding Sdn Bhd) (66,7%) dan sisanya Emirates Telecommunications Corporation (Etisalat) melalui Etisalat International Indonesia Ltd. (13,3%) serta publik (20%).

2. CIMB Niaga
CIMB Niaga adalah salah satu bank papan atas dan berada di urutan ke lima bank terbesar di Indonesia. CIMB Niaga yang merupakan penggabungan Bank Lippo dan Bank Niaga dikendalikan oleh perbankan asal Malaysia. Pemegang sahamnya adalah CIMB Group Sdn Bhd sebesar 56,1%, Santubong Ventures Sdn Bhd 16,65%, Greatville Pte Ltd 2,58%. Publik memiliki saham sekitar 24 persen.

3. Air Asia
Air Asia adalah salah satu maskapai penerbangan asal Malaysia. Maskapai yang mengklaim sebagai salah satu penerbangan murah ini melakukan ekspansi bisnis ke Indonesia dengan membuka rute-rute penerbangan ke sejumlah jalur gemuk di Indonesia.

4. Petronas
Petronas adalah perusahaan migas raksasa asal Malaysia yang melakukan ekspansi di Indonesia. Petronas bukan hanya ikut melakukan eksplorasi untuk menyedot minyak dan gas Indonesia, tetapi Petronas juga membuka jaringan yang melayani penjualan bahan bakar minyak melalui pembukaan sejumlah SPBU.

5. Sime Darby
Sime Darby adalah grup bisnis perkebunan besar asal Malaysia hasil merger dari Kumpulan Guthrie, Golden Hope dan Sime Darby. Sebelum merger, Kumpulan Guthrie telah membeli ratusan ribu hektare perkebunan di Sumatra milik Grup Salim setelah diambilalih oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebagai bagian dari penyelesaian utang Grup Salim.

6. PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII)
BII adalah salah satu bank papan atas di Indonesia. Bank ini semula milik Grup Sinar Mas, belakangan diambilalih BPPN dan dilepas kepada konsorsium Sorak pada Desember 2003. Pada 30 September 2008, 55,51 persen saham Sorak diambilalih oleh Mayban Offshore Corporate Services (Labuan) Sdn. Bhd, anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Malayan Banking Berhad (Maybank). Maybank adalah salah satu grup bisnis perbankan besar di Malaysia.

7. Kumpulan Guthrie Berhad
Kumpulan Guthrie merupakan salah satu grup bisnis perkebunan besar asal Malaysia. Grup bisnis ini telah membeli ratusan ribu hektare perkebunan di Sumatra milik Grup Salim setelah diambilalih oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebagai bagian dari penyelesaian utang Grup Salim.

8. Hai-O Marketing
Sukses berbisnis di negara asalnya Malaysia, HAI-0 Marketing Sdn Bhd Malaysia melakukan ekspansi bisnisnya ke Indonesia dengan mendirikan PT HAI -0 Indonesia. CEO Group Hai- O Tan Sri Osman S Cassim, menyatakan, di negara asalnya, tahun lalu HAI-0 Marketing Sdn Bhd Malaysia berhasil meraup omzet hingga 60 juta ringgit Malaysia atau sekitar Rp 180 Miliar.Menurut Tan Sri Osman, perusahaan yang memasarkan produk- pro-duk kesehatan dengan sistim Multi Level Marketing (MLM) ini hadir di Indonesia dengan menawarkan beberapa produk, antara lain minyak pelumas HAI O JTX 900, sistim penyaring-an air dengan teknologi Nano, pakaian dalam pembentuk tubuh wanita, minuman kopi ginseng, serta berbagai minuman suplemen lainnya.

9. Proton
Sejak 15 tahun terakhir, Proton telah mencoba peruntungan di pasar otomotif nasional. Saat pertama kali masuk ke Indonesia lewat Proton Saga, merek ini harus rela dulu dijadikan taxi. Kini, meski belum masuk 5 besar, Proton tetap eksis dan memperlebar varian dari small sedan, city car hingga MVP. Varian Proton Exora yang memiliki desain mirip Kijang Innova cukup diminati pasar. Sedan hatchbacknya, Proton Gen-2, juga cukup banyak lalu lalang di jalan-jalan ibu kota.