Friday, October 30, 2009

Fenomena Private Brand di Bisnis Kaca Film


Industri otomotif terkenal kompetitif. Dengan penjualan mobil rata-rata mencapai 400 - 500 ribu unit per tahun, Indonesia merupakan pasar yang menjanjikan. Hal ini menjadi peluang bagi distributor, agen maupun pengecer untuk produk-produk pendukungnya, seperti komponen (spare parts), pelumas, bahan bakar, sampai aksesoris kendaraan bermotor. Industri pendukung lainnya yang juga mampu diserap pasar adalah kaca film. Itu sebabnya, beragam produk kaca film terus menyerbu pasar.

Memang kaca film mobil merupakan salah satu aksesories terpenting yang dipergunakan pada kendaraan bermotor khususnya mobil. Keberadaannya, tidak hanya sekedar melindungi pandangan luar terhadap isi di dalam kendaraan dan tolak panas. Kaca film juga berfungsi sebagai alat pelindung dan pengaman bagi pengemudi dan penumpangnya dari risiko luka yang lebih parah akibat serpihan kaca.

Sampai saat ini, produk-produk kaca film dari AS memang masih menjadi ”top of mind”. Merek-merek seperti V-Kool, Llumar, Solargard, Sungard, 3M dan Johnson, tetap menjadi incaran pembeli. Tampaknya label Made in USA yang dipersepsikan sebagai produk berkualitas, membuat daya tawar merek-merek itu sangat kuat, terutama di segmen mobil premium.

Namun kini pasar semakin berubah. Produk kaca film buatan AS, semakin tergelincir oleh persaingan. Harga yang cukup mahal, berkisar Rp 3,5 – Rp 6 juta (untuk setiap pemasangan satu unit mobil), membuat banyak pengguna mobil berpaling pada produk sejenis namun dengan harga yang terbilang terjangkau. Apalagi tipikal konsumen di Indonesia umumnya tidak banyak yang memiliki pengetahuan akan kaca film.

Nah, kondisi itu dengan jeli dimanfaatkan oleh para pengusaha di bidang ini. Alhasil, konsumen kini semakin akrab dengan merek-merek alternatif seperti AG, Armorcoat, Inovata, Perfection, atau Ntech. Tentu saja kualitas produk masih menjadi jualan mereka, namun ditambah embel-embel harga yang terjangkau. Kaca film merek AG Black misalnya ditawarkan hanya Rp 350.000 per mobil, Bandingkan kaca film merek V-Kool atau 3M yang ditawarkan sekitar Rp 3,9 juta – Rp 5 juta.

Dengan harga yang sangat terjangkau, tentu saja market share produk-produk kaca film alternatif semakin meningkat. Seorang pengusaha yang tidak ingin disebutkan namanya, memperkirakan pangsa pasar kaca film buatan AS kini tidak lebih dari 20%. Selebihnya sudah dikuasai merek-merek alternatif, baik private brand bahkan unbranded. Para pemain unbranded malah disinyalir kerap melakukan pemalsuan terhadap merek-merek top.

Mengejar Kualitas
Mengapa produk kaca film buatan AS kalah bersaing? Menurut Budi Hartono, Presdir PT Perisai Sakti Indonesia, Master Dealer Llumar, sebenarnya konsumen tetap menginginkan prdoduk asal AS yang memang terkenal akan kualitas. Namun hitung-hitungan bisnis berbicara lain. Sebagai contoh, 1 roll produk kaca film buatan negeri Paman Sam rata-rata dibandrol $ 400. Bandingkan dengan produk sejenis buatan Korea yang dapat ditebus seharga $ 160.

”Disisi lain, prinsipal dari AS hanya melihat Indonesia sekedar pasar. Hal itu berdampak pada komitmen kerjasama yang umumnya sekedar pembeli dan penjual”, ungkap Budi. Itu sebabnya, support mereka pun terbilang kecil terutama dari sisi pemasaran. Boleh dibilang semua aktifitas promosi yang dilakukan para distributor kaca film buatan AS, sepenuhnya menjadi tanggung jawab distributor lokal.

Kondisi itu jelas membuat banyak pedagang atau pengusaha, akhirnya lebih senang mengimpor produk dari Korea, Taiwan, India bahkan China. Kemudian mereka melabeli sendiri produk itu dengan merek yang sudah dirancang sebelumnya (private brand). ”Jadi boleh dibilang merek-merek yang belakangan hadir, umumnya adalah private brand”, ujar Budi.

Dengan maraknya private brand, tentu yang menjadi pertanyaan apakah kualitas mereka setara dengan produk-produk branded? Budi menyebutkan bahwa, saat ini memang sulit memastikan kualitas suatu produk. Apalagi semua mengklaim mampu menahan panas hingga 90% misalnya. Meski demikian, jika dibandingkan lima atau enam tahun lalu, kualitas produk-produk private brand belakangan juga semakin meningkat. Hal itu berkat cepatnya negara-negara produsen baru seperti China, India atau Korea dalam mengembangkan riset and development. Sehingga dalam beberapa tahun ke depan, kualitas mereka diperkirakan dapat sejajar dengan produk kaca film buatan Amerika.

Wednesday, October 28, 2009

Pembibitan Sapi Titik Lemah Deptan


Tingginya laju impor sapi bakalan, menunjukkan bahwa ada yang keliru dalam kebijakan pemerintah dalam menangani industri sapi, terutama dalam hal pembibitan. Jika tidak ada program yang kongkrit dan memihak peternak lokal, niscaya Indonesia akan terus menerus tergantung pada asing.

Mantan Menteri Pertanian Anton Apriyantono terpaksa harus mengakui, program swasembada daging sapi gagal dicapai. Apakah hal itu yang menyebabkan ia tidak lagi dipercaya untuk memimpin Deptan periode berikutnya? Wallahu awam.

Namun yang pasti, pada awal pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla, Deptan meluncurkan Program Percepatan Swasembada Daging Sapi (P2SDS). Melalui program itu, Indonesia menargetkan swasembada daging sapi pada 2005, kemudian direvisi 2010. Anton mengungkapkan P2SDS pada 2010 juga tidak akan tercapai karena tidak mungkin dalam dua tahun menambah populasi bibit sapi 1 juta ekor. Selain tidak ada dana, bibit juga tidak ada.

Mentan menjelaskan, ada berbagai masalah keterlambatan pencapaian swasembada. Salah satunya, keterlambatan mentransformasi unit pelaksana teknis (UPT) peternakan. Ke depan, UPT tidak memproduksi bibit sapi unggul, tetapi akan diperankan seperti lembaga penelitian. ”Pembibitan ditangani masyarakat dan swasta, didukung UPT. Pusat-pusat pembibitan sapi potong dibangun lagi,” katanya.

Belum adanya langkah kongkrit menyangkut pembibitan sapi, juga diakui oleh Direktur Jenderal Peternakan Deptan Tjeppy D Soedjana. Menurutnya usaha pembibitan sapi di Indonesia, belum ada. Yang ada adalah usaha sambilan dari usaha penggemukan sapi berhubung usaha pembibitan sapi memerlukan biaya besar dan untung terlalu kecil.
"Jadi sapi-sapi yang mau digemukkan untuk dipotong yang betina diseleksi, lalu yang alat produksinya masih bagus diinseminasi buatan sehingga sebelum dipotong sudah ada anaknya lahir, lalu anak ini diseleksi lagi," katanya.

Tjeppy menjelaskan, percepatan swasembada bisa dilakukan dengan memberikan bantuan subsidi bunga untuk usaha pembibitan sapi skala kecil. Lewat program KUPS (Kredit Usaha Pemilikan Sapi), tahun 2009 dianggarkan Rp 145 miliar, ditargetkan dapat menambah populasi sapi potong 200.000 ekor.

Meski dipastikan gagal, Dewan Pakar Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) Rochadi Tawaf, menilai bahwa pencapaian swasembada daging bukan semata tugas dan tanggung jawab Deptan melainkan diperlukan keterlibatan sektor lain, seperti Departemen Ke-uangan, pertanahan, pemerintah daerah, serta semua pihak yang terlibat terkait gizi dan protein.

Sementara itu, Sekjen Perhimpunan Pe-ternak Sapi dan Kerbau Indo-nesia (PPSKI) Teguh Boediyana menekankan perlunya keputusan politik untuk mencapai target swasembada da-ging sapi berikutnya, yaitu pada 2014. Pemerintah, tegasnya, harus menyelamatkan 200.000 ekor sapi betina produktif milik peternak lokal yang dipotong dalam setahun, serta membentuk Badan Layanan Umum (BLU) untuk selamatkan pembibitan dan populasi sapi lokal yang dikelola dengan skim kredit yang khusus.

Pro Liberalisasi
Namun sayangnya ditengah upaya percepatan swasembada, Deptan justru terjebak pada program yang bersifat pragmatis alias sesaat. Salah satunya bisa buktinya terlihat pada Permentan No. 20/2009 tentang Pemasukan dan Pengawasan Peredaran Karkas, Daging, dan Jeroan dari Luar Negeri. Permen itu menunjukkan adanya perubahan pola pikir dari ketahanan pangan menjadi liberalisasi pangan.

Peneliti Indonesia Research Strategic Analisys (IRSA) Siti Adiprigandari menilai pembukaan keran impor daging sebesar-besarnya, membuat peternakan rakyat, termasuk industri penggemukan sapi potong, akan semakin tertekan. Sebab, mereka harus bersaing untuk memperoleh pasar di negeri sendiri.

Berdasarkan penelitian IRSA, lanjutnya, industri daging dan jeroan, memiliki keterkaitan dengan 66 industri lainnya, sedangkan industri daging olahan dan awetan memiliki keterkaitan dengan 54 industri lainnya.

Disagregasi data lebih lanjut menunjukkan pola keterkaitan untuk sektor daging, jeroan dan sejenisnya memiliki keterkaitan dengan 37 sektor hulu dan 29 sektor hilir, sedangkan industri daging olahan dan awetan memiliki keterkaitan dengan 37 sektor hulu dan 17 sektor hilir.

Apabila kedua sektor tersebut mengalami gangguan atau dalam keadaan ekstrem dihilangkan sama sekali, menurut Siti Adiprigandari, seluruh sektor itu akan ikut terganggu secara langsung, baik dalam hal pemasaran output maupun dalam mendapatkan input.

Dia mengatakan dari hasil penelitian IRSA menunjukkan industri daging [termasuk jeroan dan sejenisnya] memerlukan input sekitar Rp39,2 triliun dan Rp1,5 triliun lainnya untuk industri daging olahan dan awetan.

Menurut Siti, meski kontribusi nominal industri sapi potong terhadap PDB nasional tidak besar, tetapi jika industri sapi potong dalam negeri tidak berfungsi atau hilang, permintaan input sebesar Rp40,7 triliun akan ludes dari perekonomian nasional.

Sementara itu Direktur Budi Daya Ternak Ruminansia Deptan Fauzi Luthan mengatakan bahwa Permentan No 20 Tahun 2009 tertanggal 8 April 2009 tentang Pemasukan Karkas, Daging, dan Jeroan dari Luar Negeri tidak kontradiktif dengan Program Percepatan Pen-capaian Swasembada Daging Sapi (PPSDS) 2014. “Kalau memang mengganggu program swasembada daging ke depan, permentan itu bisa dicabut,” tuturnya.

Menurutnya pembukaan impor daging dari berbagai negara bertujuan untuk menciptakan persaingan yang lebih sehat dan menghindari monopoli. "Hal ini juga dimaksudkan untuk memberi konsumen pilihan yang lebih beragam dan harga yang kompetitif," katanya.

Impor daging, diperlukan karena produksi dalam negeri belum mencukupi, lanjutnya, dan tidak dilakukan jika pelaku dalam negeri sudah bisa swasembada. Dikatakannya, impor daging, bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ternak dalam negeri karena dari total jumlah sapi lokal yang dipotong sebanyak 1,7 juta ekor per tahun, 20 persennya adalah sapi betina.

"Tingginya permintaan mendorong pemotongan sapi betina yang sekaligus adalah mesin produksi. Ini menunjukkan ketersediaan sapi belum seimbang dengan peningkatan permintaan," katanya.

Fauzi menjelaskan, besarnya impor sapi potong sejak 2008 mengalami penurunan, tingkat impor daging dan sapi hidup ke Indonesia. Selama tahun 2008, impor yang masuk mencapai 450.000 ekor sapi dari berbagai negara seperti Australia dan Selandia Baru. Dibandingkan 2007 ada penurunan, impor sebesar 496.000 ekor sapi hidup ditambah impor jeroan yang dikalkulasikan sama dengan 300.000 ekor sapi.

Tahun 2009 target impor sapi potong hidup menurun hanya 300.000 ekor sedang pada 2010 Indonesia diharapkan hanya mendatangkan sapi potong tidak lebih dari 90.000 ekor karena sudah swasembada, paling tidak 90 persen total kebutuhan daging dalam negeri bisa dicukupi oleh peternak dalam negeri.

Penurunan produksi sapi potong selama empat tahun terakhir ini karena pemerintah melarang pemotongan sapi dibawah umur 2,5 tahun potong. Selama periode 2005 - 2006 dan 2008 - 2009 justru Indonesia sedang memproduksi sapi dengan program pengurangan penyembelihan sapi usia 2,5 tahun dan sekaligus menggenjot peningkatan angka kelahiran sapi.

Tahun ini populasi sapi potong mencapai 11.8 juta ekor dan kambing 13,3 juta ekor, terbesar Jatim yakni sebesar 3,5 juta ekor sapi dan Jateng 1,5 juta ekor. Produksi daging tahun ini diproyeksikan mencapai 371.000 ton atau sedikit meningkat dibanding tahun lalu yang mencapai 352.400 ton.

Dia berharap pada 2010 pertumbuhan populasi sapi diharapkan bisa mencapai 12 juta - 13 juta ekor atau sudah swasembada, sehingga dapat mencukupi kebutuhan daging hingga 90 persen.

Tuesday, October 27, 2009

Bau Kematian Aora TV


Sekitar sepekan sebelum lebaran lalu, seorang dirut sebuah perusahaan TV berbayar (pay TV) membisikkan kepada saya bahwa perusahaan pesaingnya tengah kesulitan likuiditas dan terancam kolaps. Namun buru-buru ia menandaskan bahwa informasi itu bersifat off-the record.

Kini sebulan setelah sinyalemen itu, fakta mulai terkuak. Aora TV, operator televisi berbayar milik PT Karya Megah Adijaya, telah merumahkan 90% dari 120 orang karyawannya pada September lalu, setelah tidak lagi menayangkan Liga Inggris musim 2009/2010.

Tentu saja banyak kalangan yang tidak mempercayai bahwa Aora TV bakal tumbang. Pasalnya sejak mentalnya Astro TV karena terganjal regulasi, pamor Aora TV menjulang. Pertumbuhan pelanggan Aora melesat sejak dipastikan memegang hak siar Liga Inggris 2008/2009. Bayangkan, baru dua bulan pertama memegang lisensi itu, jumlah pelanggan mencapai 20.000 pada Oktober 2008.

Sayang manajemen Aora menurutnya tidak mempersiapkan skenario terburuk untuk menyiasati kelanggengan usahanya. Terbukti ketika tvOne ikut menyiarkan Liga Inggris beberapa bulan berikutnya, sedikit demi sedikit pertumbuhan pelanggan tersebut tersendat. Walhasil, target pemasukan yang diidamkan dapat menutupi investasi besar untuk membeli hak siar tersebut ikutan hangus.

Seperti diketahui, pada 19 Agustus 2008 dalam pertemuan Editors Club di Portovenere Resto, Ritz Carlton Hotel Mega Kuningan, Direktur Utama Aora TV Ongky P Soemarno menyebut perusahaannya membeli hak siar tersebut sekitar US$ 20 juta. Alias Rp 184 miliar dengan kurs waktu itu Rp 9.200 per dolar.

Tampaknya Aora TV terlalu over confidence dengan selalu bicara mengambil hak siar sendirian. Sehingga tidak mengantisipasi masuknya tvOne di Liga Inggris. Akibatnya mereka tidak bisa melanjutkan siaran Liga Inggris karena tersandung dana. Karena untuk bisnis seperti ini membutuhkan dana yang besar sekali. Kegagalan Liga Inggris 2008/2009, rupanya menjadi pangkal dari kesulitan Aora TV.Parahnya lagi, untuk musim kompetisi 2009/2010, hak siar liga Inggris dibagi rata ketiga stasiun TV, masing-masing TV One, Yes TV dan Indovision.

Masalah tidak berhenti sampai pemecatan karyawan saja. Pasalnya, Aora ternyata juga belum mengembalikan uang jaminan sebesar Rp 100 juta sampai Rp 200 juta yang disetorkan 2.000 dealernya di seluruh Indonesia. Selama ini untuk menjadi dealer, mereka harus menyerahkan uang jaminan Rp 100 juta sampai Rp 200 juta. Sampai sekarang uang jaminan mereka belum dikembalikan. Akibatnya banyak dealer sudah tidak percaya lagi dengan Aora TV.

Ketika dikonfirmasi mengenai perumahan karyawan, Asisten Presiden Direktur Aora TV Gaby Motuloh sama sekali tidak membantahnya. "Tapi penyebabnya bukan mutlak Aora. Karena sejak terestrial masuk, penggemar Liga Inggris kan tidak harus membeli pay tv," katanya.

Hal tersebut ditunjukkan dengan berhenti melonjaknya jumlah pelanggan Aora TV. Dalam catatan Gaby, sampai Agustus 2009 jumlah pelanggannya hanya sebanyak 23.500.

Kekhawatiran memuncak, karena Aora TV tidak lagi menyiarkan Liga Inggris musim 2009/2010. "Begitu masuk musim baru dan Aora tidak pegang hak siar banyak pelanggan yang berhenti. Karena Liga Inggris juga disiarkan oleh terestrial TV," keluhnya.

Menurut Gaby, saat ini Aora tengah mencari mitra strategis untuk melanjutkan pengembangan bisnisnya. Mitra strategis yang dimaksud, diharapkan dapat bekerja sama dalam semua aspek mulai dari segi pendanaan sampai operasional. Namun, ia tidak bersedia menyebutkan perusahaan yang tengah dijajaki untuk menjadi mitra.

Apakah Aora TV akan bernasib sama dengan Astro TV?

Monday, October 26, 2009

Shopping Lewat Ponsel Semakin Diminati


Meski memiliki potensi besar, trend shopping dengan ponsel masih mencari bentuk. Di AS misalnya, dari 45 juta shopper yang terbiasa berbelanja lewat koneksi Internet, pada tahun ini diperkirakan hanya 6,4 juta pengguna yang membeli produk lewat ponsel.

Menurut riset Nielsen, trend konsumen berbelanja melalui ponsel, akan segera menemukan momentum karena gadget ini mudah digunakan. Pengguna tak perlu harus beringsut dari tempat duduk, jika menginginkan produk yang diminati. Selain itu beragam aplikasi shopping mulai banyak tersedia terutama ponsel smart phone seperti Apple, iPhone dan gadget cerdas berbasis Google Android.

Berikut beberapa aplikasi yang dapat digunakan oleh pengguna ponsel untuk berbelanja dengan cara yang praktis dan ekonomis.

ShopSavvy
Tersedia di : Google's Android, Apple's iPhone
ShopSavvy memungkinkan konsumen untuk melakukan perbandingan langsung pada toko-toko yang menyediakan produk sejenis. Caranya cukup mudah. Pembelanja mengambil foto sebuah produk barcode dengan kamera ponsel. Kemudian menscan barcode pada ShopSavvy. Seketika daftar beberapa pengecer yang menyediakan item itu akan muncul berserta harganya. Jika tertarik, pengguna dapat langsung memesan barang, baik dari e-commerce peritel atau toko terdekat, termasuk layanan delivery. Aplikasi ini sudah tersedia di Apple's iPhone sejak Juli lalu, pada produk RIM mulai September dan Palm pada akhir 2009.

GrubHub.com
Tersedia di: iPhone
Mereka yang tinggal di New York City, Chicago, San Francisco atau Boston, sekarang tak perlu lagi takut keroncongan. Tinggal pencet ponsel, makanan yang dipesan diantarkan langsung ke rumah. Layanan ini diperkenalkan oleh GrubHub.com, khususu oleh pengguna iPhone. GrubHub.com sejauh ini telah bekerjasama dengan 1.200 restoran.

1-800-Flowers Mobile
Tersedia di: BlackBerry dan iPhone
Aplikasi shopping ini memungkinkan pengguna memesan rangkaian bunga favorit lewat 800-Flowers. Untuk menarik lebih banyak pelanggan, 800-Flowers kadang-kadang menawarkan diskon khusus bagi pengguna ponsel. Hebatnya, pengelola menggaransi layanan dapat diselesaikan dalam waktu 30 detik setelah informasi kartu kredit pelanggan tersimpan ke dalam sistem. 800-Flowers juga menjamin data nasabah akan terlindungi dengan sandi pribadi. Layanan juga mengintegrasikan buku alamat telepon sehingga pengguna dapat memesan dengan hanya beberapa klik.

Slifter
Tersedia di: BlackBerry dan iPhone
Aplikasi terbilang powerful karena menjadi gudang data. Tak tanggung-tanggung, pengguna untuk membandingkan harga dari 300 juta produk dan melihat di mana mereka tersedia di dekatnya. Slifter juga meliputi pemberian pedoman, promosi produk dan berbagi tombol yang memungkinkan pengguna untuk mengirimkan e-mail teman-teman atau kolega.

Amazon
Tersedia di: Blackberry dan iPhone
Melalui aplikasi shopping ini, pengguna dapat mengakses account Amazon yang ada untuk ditambahkan ke daftar keinginan, membaca ulasan pelanggan, melihat produk, membandingkan harga, melacak pengiriman dan tentu saja, melakukan pembelian dari Amazon dan ratusan mitra yang telah tergabung ke dalam raksasa ritel on-line ini.

ShopStyle
Tersedia di: iPhone
Di Web, ShopStyle adalah agregator modis situs e-commerce. Pembeli menggunakannya sebagai mesin pencari untuk membandingkan harga online item seperti Marc Jacobs handbags, Current Elliot jeans dan jas hujan Burberry. Aplikasi mobile shopping ini melayani tujuan yang sama, plus navigasi yang mudah melalui lima kategori berbeda: pakaian, tas, sepatu, aksesori dan perhiasan.

Kindle
Tersedia di: iPhone
Bagi mereka yang menyukai gagasan tentang Kindle tetapi tidak mau keluar uang $ 359 pada tablet elektronik, aplikasi ini adalah pengganti yang layak. Hal ini memungkinkan pengguna untuk men-download lebih dari 300.000 buku.

Ralph Lauren
Tersedia di: iPhone
Miliarder desainer Ralph Lauren adalah orang pertama di dunia mode yang memperkenalkan shopping lewat ponsel, lewat aplikasi iPhone pada Oktober 2008. Pengguna memnang tidak dapat membeli pakaian dan aksesoris secara langsung melalui aplikasi itu, namun mereka dapat melihat tampilan koleksi terbaru, lokasi toko dan nomor telepon, ditambah fitur-fitur pada aksesori tertentu. Pembeli dapat menggunakan browser Web pada ponsel untuk membeli item yang diinginkan.

Grocery IQ
Tersedia Pada: iPhone
Ini bukan e-commerce toko, yang dapat membantu pengguna untuk lebih baik mengelola daftar belanjaan. Namun aplikasi ini emungkinkan pembeli untuk mengambil barang belanjaan khusus untuk daftar mereka dalam waktu singkat, hanya dengan menggunakan search. Nantinya secara otomatis daftar barang belanjaan dimasukan pada list yang telah Anda beli. Daftar belanjaan itu juga dapat dibagi melalui e-mail, jika Anda mewakilkan aktifitas belanja melalui orang lain.

Your Reebok
Tersedia di: iPhone
Aplikasi ini terbilang unik, karena pengguna dapat desain sendiri (costumized) sepasang sepatu Reebok yang Anda inginkan. Aplikasi shopping dengan ini ponsel ini menawarkan tiga merek sepatu olahraga paling terkenal - Freestyle, Classic Kulit dan Ventilator - dalam 19 warna dan empat materi. Harga mulai dari $ 130. Layanan lain yang juga cukup menarik adalah teks personalisasi namun dengan bersifat opsional

Segudang Tantangan Menteri ESDM Baru


Saat ini energi merupakan persoalan yang krusial didunia. Peningkatan permintaan energi yang disebabkan oleh pertumbuhan populasi penduduk dan menipisnya sumber cadangan minyak dunia serta permasalahan emisi dari bahan bakar fosil, memberikan tekanan kepada setiap negara untuk segera memproduksi dan menggunakan energi alternatif dan terbarukan. Selain itu, peningkatan harga minyak dunia yang sempat mencapai mencapai 100 U$ per barel pada 2007 juga menjadi alasan yang serius yang menimpa banyak negara di dunia terutama Indonesia.

Lonjakan harga minyak dunia akan memberikan dampak yang besar bagi pembangunan di Indonesia. Konsumsi BBM yang mencapai 1,3 juta/barel tidak seimbang dengan produksinya yang nilainya sekitar 1 juta/barel sehingga terdapat defisit yang harus dipenuhi melalui impor. Menurut data ESDM (2006) cadangan minyak Indonesia hanya tersisa sekitar 9 milliar barel. Apabila terus dikonsumsi tanpa ditemukannya cadangan minyak baru, diperkirakan cadangan minyak ini akan habis dalam dua dekade mendatang.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak pemerintah telah menerbitkan Peraturan presiden republik Indonesia nomor 5 tahun 2006 tentang kebijakan energi nasional untuk mengembangkan sumber energi alternatif dan terbarukan sebagai pengganti bahan bakar minyak. Saat ini sekitar 52% sumber energi dalam negeri masih dipenuhi oleh BBM, 28% gas bumi, 15% batu bara, 3% tenaga air dan 2% panas bumi.

Meski menghadapi beragam tantangan, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa sektor energi migas masih akan memberikan kontribusi yang besar bagi Indonesia. Kementrian itu menargetkan investasi sektor energi dalam lima tahun ke depan mencapai US$ 34,55 miliar. Jumlah ini meningkat 50,2% dibanding proyeksi investasi energi tahun ini, sekitar US$ 23 miliar. Rincian targetnya, pada 2014, investasi sektor migas sebesar US$ 19,19 miliar, sektor listrik sebesar US$ 7,89 miliar, dan sektor pertambangan umum US$ 7,47 miliar.

Menurut road map Kementerian ESDM, pemerintah menargetkan produksi minyak mentah dan kondensat pada 2014 mencapai 1,01 juta barel per hari (bph). Jumlah ini meningkat 5,25% dari target tahun sekarang yang sebesar 960.000 bph. Sedangkan produksi gas pada 2014 diharap mencapai 1,633 juta bph. Adapun investasi sektor listrik meningkat karena percepatan megaproyek 10.000 Megawatt (MW). Khusus untuk sektor ini, investasi di panas bumi akan dominan selama 2011-1014. Proyek pembangkit panas bumi ditargetkan mencapai 48% atau 4.733 MW dari total megaproyek.

Sementara itu investasi pertambangan menjadi sektor yang tidak kalah menariknya. Sektor ini masih akan mencatat investasi yang terus meningkat selama 2010-2014. Batubara diproyeksikan menjadi primadona dengan target produksi mencapai 309 juta ton.

Investasi Rendah
Direktur Center for Petroleum and Energy Economic Studies (CPEES), Kurtubi, menyebutkan bahwa meski ditargetkan mengalami peningkatan, faktanya selama 10 tahun terakhir, produksi minyak nasional turun drastis dan tidak pernah menyentuh level 1 juta barrel per hari (bph). Padahal, cadangan minyak nasional masih bisa digenjot ke level 1 juta bph tersebut, jika ada pembenahan yang serius dari sistem perminyakan, birokrasi dan perpajakan.

Di lain pihak, Indonesia juga terus merugi akibat harga jual gas alam cair (liquifield natural gas/LNG) yang rendah. Harga LNG yang diekspor seharusnya dapat dinegoisasi sesuai dengan harga pasar saat ini sehingga menguntungkan. Meski dieskpor, pemenuhan gas domestik tidak boleh diabaikan. Sebagai komoditas strategis, tambah Kurtubi, gas harus diprioritaskan untuk pasar dalam negeri, setelah itu baru diekspor.

Kurtubi juga menilai bahwa rendahnya minat investasi di sektor migas akhir-akhir ini karena besarnya resiko yang ditanggung investor. ”Saat ini investasi hanya bergantung pada injeksi modal dari perusahaan tambang yang sudah beroperasi”, ujarnya. Salah satu penyebabnya karena minimnya informasi data tender wilayah migas. Padahal dengan data wilayah yang lengkap, resiko itu bisa diprediksi dan diminimalisasi.

Permasalahan lain yang membuat arus investasi di sektor migas menjadi tersendat, adalah karena iklim investasi di Indonesia yang belum kondusif, terutama menyangkut kepastian regulasi dan sinkronisasi kebijakan antar birokrasi di pemerintahan. Untuk itu Menteri baru diharapkan dapat menyederhanakan rantai birokasi dan meningkatkan koordinasi antar instansi, seperti dengan Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) dan Badan Pengatur Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Kebijakan Subsidi
Kebijakan energi nasional selama ini memang identik dengan subsidi. Namun banyak kalangan menilai, subsidi di masa depan harus lebih terarah sehingga dapat mendukung program efisiensi energi.

Terkait dengan kebijakan subsisi, anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Widjajono Partowidagdo, menilai bahwa bahwa di masa depan harga BBM dan tarif dasar listrik (TDL) perlu dirasionalisasi. ”Harga dua energi primer itu tidak bisa terus menerus bergantung pada subsidi sehingga dijual murah”, ujarnya. Harga BBM harus dinaikan, imbuh Partowidagdo, sekurangnya mendekati harga pasar, dan kalangan masyarakat tidak mampu diberi subidi langsung.

Hal yang sama juga harus ditempuh di sektor ketenagalistrikan. Widagdo menyebutkan bahwa ada manfaat ganda dari rasionalisasi harga BBM, yakni subsidi dapat dikurangi, konsumsi dapat ditekan, dan dilain pihak harga energi alternatif berbasis energi terbarukan bisa bersaing secara bisnis. ”Postur TDL saat ini sangat tidak mendukung pengembangan energi terbarukan, seperti panas bumi, gas dan batu bara. Karena itu TDL harus disesuikan dengan kemampuan pelanggan dan tidak bisa dipatok jauh dibawah biaya produksi listrik”, tukas guru besar ITB itu.

Sebelumnya, Presiden SBY dalam pidato nota keuangan di gedung DPR/MPR (3/8/2009), menjelaskan bahwa total alokasi subsidi pada 2010 mencapai Rp 144,4 triliun atau 14,3 persen dari total APBN 2010. Distribusi subsidi akan dilakukan secara tertutup hanya bagi rumah-tangga sasaran, sektor prioritas dan pelayanan umum dengan sistem distribusi tertutup.

"Pemerintah akan membuat desain awal bagi kebijakan jangka menengah yang meliputi pengalihan secara bertahap subsidi harga (BBM, Listrik dan Pangan) kepada subsidi tepat sasaran. Kedua, membatasi pengguna subsidi hanya kepada rumah-tangga sasaran, sektor prioritas dan pelayanan umum dengan sistem distribusi tertutup," katanya.

Thursday, October 22, 2009

Sampai Kapan Indonesia Harus Impor Sapi?


Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II baru saja dibentuk. Seperti sudah diduga sebelumnya, banyak muka-muka baru yang menghiasi jajaran pemerintahan SBY untuk periode kedua (2009-2014). Salah satunya adalah kementerian pertanian. Kader PKS, Suswono kini diberi kesempatan untuk menggantikan pejabat lama Anton Apriantono.

Tidak seperti kementrian kesehatan yang banyak memunculkan kontroversi, terkait penunjukkan Endang Rahayu Sedyaningsih yang dinilai pro AS, penunjukkan Suswono yang jebolan Magister Manajemen Agribisnis IPB, terkesan adem ayem. Kalangan pengusaha di sektor ini pun tampaknya lebih bersikap wait and see. Mereka lebih suka menunggu kebijakan apa yang akan ditempuh oleh sang menteri baru untuk memajukan industri pertanian yang selama ini seolah jalan di tempat.

Anda boleh saja tidak setuju dengan penilaian itu. Namun, bisa dibilang sepanjang lima tahun terakhir, Departemen Pertanian hanya sibuk berkutat soal pemenuhan konsumsi beras dan produksi pupuk yang harus terus disubsidi. Nyaris, agenda penting lain dilupakan. Kalau pun program diluncurkan, lebih bersifat parsial alias pragmatis.

Ambil contoh, industri daging sapi. Sudah bukan rahasia lagi jika Indonesia adalah pengimpor sapi nomor wahid. Merujuk pada data yang dilansir oleh Jenderal Peternakan neraca produksi daging sapi nasional pada 2008 diperkirakan hanya memenuhi 64,9% dari proyeksi kebutuhan konsumsi sepanjang tahun ini. Itu berarti Indonesia masih kekurangan 135.110 ton (35,1%) dari total kebutuhan daging. Dengan populasi hanya 11,26 juta ekor, produksi daging sapi nasional maksimal mencapai 249.925 ton .
Padahal kebutuhan konsumsi daging diperkirakan mencapai 385.035 ton per tahun.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) juga mencatat, setiap tahun masyarakat Indonesia membutuhkan sekitar 350.000 sampai 400.000 ton daging sapi. Jumlah itu setara dengan sekitar 1,7-2 juta ekor sapi potong.

Semua pihak sepakat bahwa kekurangan pasokan ini disebabkan sistem pembibitan sapi potong nasional masih parsial sehingga tidak menjamin kesinambungan. Padahal, titik kritis dalam pengembangan sapi potong adalah pembibitan.

Kondisi itu terbilang ironis, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar se-Asia Tenggara yang memiliki potensi sumber daya alam yang cukup melimpah. Potensi alam yang beriklim tropis dan kekayaan lahan yang luas, sangat memungkinkan bagi negara ini untuk membangun usaha sektor pertanian, khususnya sub sektor peternakan.

KUPS
Deptan sendiri semasa Anton Apriantono menjabat, telah meluncurkan program KUPS (kredit usaha pembibitan sapi). Lewat program ini, Pemerintah berniat menggenjot pengembangan peternakan sapi sehingga ke depan produksi daging cukup buat kebutuhan dalam negeri tanpa harus bergantung pada sapi impor.

Untuk mencapai target itu, Pemerintah akan mengalokasikan anggaran subsidi bunga sebesar Rp 145 miliar, dimana setiap pengusaha pembibitan sapi akan mendapat subsidi bunga bank sekitar 5%.

Dengan paket stimulus ini, Pemerintah menargetkan dapat membiakkan sapi hingga satu juta ekor per tahun. Jumlah itu cukup untuk mengurangi ketergantungan terhadap sapi impor yang mencapai 800.000 ekor per tahun.

Target sejuta ekor sapi ini berasal dari pengembangan 1.000 industri pembibitan sapi yang masing-masing membiakkan 1.000 ekor sapi per tahun. Rencananya, indukan sapi merupakan gabungan antara induk sapi Bali dan indukan unggul yang diimpor dari Australia dan Selandia Baru.

Guna mendukung program itu, Departemen Pertanian telah menggandeng sejumlah bank untuk menyalurkan KUPS bagi pelaku usaha peternakan. Beberapa bank itu adalah BRI, BNI, Bank Agro, dan Bank Mandiri. Peternak yang mengambil KUPS tinggal membayar sisa bunga komersial, setelah dipotong bunga subsidi.

Untuk memperoleh KUPS, peternak harus lebih dulu mengajukan proposal dengan memenuhi beberapa syarat. Contohnya, memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP), memiliki neraca rugi laba, mengajukan proposal sepengetahuan camat, memiliki kelompok binaan, dan proposal harus sepengetahuan dinas peternakan setempat.

Program KUPS akan berlangsung selama lima tahun hingga mencakup satu juta ekor bibit sapi atau per tahun sebanyak 200.000 ekor. Data Ditjen Peternakan Departemen Pertanian menyebutkan, saat ini, populasi sapi potong di Indonesia sekitar 11 juta ekor dengan kebutuhan per tahun mencapai 2,1 juta ekor. Namun, belakangan, populasi sapi terus merosot lantaran peternak terhambat pembibitan. Alhasil, pemerintah harus mengimpor, baik dalam bentuk sapi hidup maupun daging dan jeroan beku.

Apakah KUPS akan berhasil? Waktu yang nantinya akan menjawabnya. Namun kalangan pengusaha umumnya pesimis. Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) menilai, KUPS masih sulit terwujud. Sebab, bibit sapi lokal sangat sulit didapat. “Percuma dapat kredit kalau bibit sapinya sendiri sulit diperoleh,” kata ketua dewan Apfindo Achmad. Repotnya, imbuh Achmad, selama ini peternak cenderung lebih menyukai bibit sapi lokal ketimbang impor.

Persoalan KUPS tentu hanya segelintir dari 'berjibun' agenda yang membuat industri sapi jalan ditempat. Meski demikian, kalangan pengusaha berharap banyak terhadap Suswono. Ditangannya, masa depan industri sapi yang mandiri menjadi tanggung jawabnya. Kita berharap akan ada terobosan-terobosan yang dapat mejembatani kalangan usaha dengan seluruh stake holder, sehingga nantinya akan tercipta iklim usaha yang lebih kondusif. Semoga.

Wednesday, October 21, 2009

Harga Daging Sapi Impor Lebih Murah, Kok Bisa?


Mungkin Anda pernah mendengar kabar bahwa harga daging sapi impor kini lebih murah ketimbang harga daging sapi lokal. Memang isu itu bukan isapan jempol semata. Di banyak pasar tradisional di Jakarta, daging sapi impor dapat ditebus cukup dengan harga Rp 27.000 - Rp 33.000 per kg. Bandingkan dengan harga sapi lokal yang rata-rata mencapai Rp 40.000 – Rp 50.000 per kg. Umumnya daging sapi impor dijual dalam kardus yang berkapasitas sekitar 20 kg daging.

Memang tidak ada jaminan kualitas untuk daging impor. Namun dengan harga yang super miring, pengusaha restoran atau pedagang biasanya tidak banyak pertimbangan dalam memutuskan pembelian. Seorang penjual daging sapi impor di pasar Kebayoran Lama, sebut saja Iming, mengungkapkan bahwa sejak menjual daging sapi impor yang lebih murah omzetnya semakin bertambah.

Tentu saja, penjualan daging impor yang ia lakukan sejauh ini masih secara sembunyi-sembunyi. Ciri daging sapi impor adalah warnanya tidak lagi merah dan umumnya dingin karena telah dibekukan. Menurut Iming, penjualan daging impor mulai marak sejak krisis moneter tahun 1998. Beberapa pelanggannya beralih ke pembelian daging impor. Namun, ia juga tetap menjual daging segar yang dipasok dari Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Bagaimana bisa harga daging sapi lokal lebih mahal ketimbang daging impor? Inilah pertanyaan yang tidak pernah bisa dijawab tuntas. Padahal, harga daging sapi impor seharusnya tidak lebih murah dibandingkan dengan harga daging sapi lokal. Hal ini mengingat pengolahan dan pengemasan daging sapi impor umumnya melalui proses pemeriksaan dan pengemasan yang ketat dan teruji, seperti pemeriksaan melalui proses karantina, dan izin penjualan.

Selain itu, harga beli daging impor disesuaikan dengan kurs mata uang negara pengekspor. Apalagi tarif retribusi daging sapi impor tergolong lebih mahal. Penjualan daging sapi impor dikenai retribusi Rp 100-Rp 200 per kg, sedangkan retribusi daging sapi lokal Rp 22.500 per ekor. Jadi kalau lebih murah, perlu dicurigai daging itu mungkin sudah kedaluwarsa atau sisa dagangan yang tidak laku dari pasar modern.

Impor Kebablasan

Ruwet! Memang hanya itu kata yang paling tepat untuk menggambarkan peliknya persoalan yang menggayut industri peternakan nasional. Dan persoalan importasi memang menjadi pangkal dari segala persoalan itu. Kebijakan impor yang seharusnya menjadi pelengkap untuk memenuhi konsumsi daging masyarakat, dinilai justru kontradiktif dengan keinginan para pelaku usaha yang mendambakan Indonesia dapat berswasembada daging mulai 2010.

Belum lagi persoalan harga daging sapi impor tuntas, kini para pelaku usaha peternakan semakin meradang. Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang belum lama ini telah disahkan oleh DPR, pemerintah secara resmi telah membuka izin impor daging sapi dari Irlandia, setelah sebelumnya mengizinkan impor daging sapi dari Brazil.

Dengan adanya dua izin baru itu, maka tercatat ada enam negara yang boleh memasukkan daging sapi ke Indonesia. Mereka adalah Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Kanada.

Menurut Direktur Kesehatan Masyarakat Veterinary Departemen Pertanian (Deptan) Turni Rusli Syamsudin mengatakan, izin impor dari dua negara tersebut hanya diberikan untuk daging tanpa tulang bukan jeroan dan karkas. ”Pembukaan keran impor dari kedua negara itu, juga diharapkan bakal memberikan alternatif pasokan daging impor serta meningkatkan kualitas”, ujarnya. Selama ini, impor daging sapi didominasi oleh Australia dengan porsi 60%, dan Selandia Baru dengan porsi 30% dari total impor 70.000 ton per tahun.

Sebelum mengeluarkan izin importasi daging sapi itu, pemerintah melalui Departemen Pertanian telah melakukan analisis risiko terhadap rumah potong hewan, khususnya sapi di Irlandia. Dalam analisanya, Tim Analisis Risiko Indonesia (TARI) melihat sistem keamanan pangan yang bersangkutan, mulai dari pelaksanaan peraturan kesehatan hingga fasilitas laboratorium dan pemeriksaan kesehatan hewan. “Dari hasil analisa itu, maka pemerintah memutuskan untuk membuka impor,” kata Turni.

Hanya saja Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) Teguh Budiana mengkhawatirkan dibukanya pasar impor daging dari kedua negara tersebut bakal mematikan petani dan peternak lokal. “Akan terjadi gempuran produk daging sehingga harga akan turun dan tidak akan merangsang petani untuk beternak lagi,” kata Teguh.

Menurut Teguh, pembukaan izin itu sangat kontradiktif dengan keinginan dan sasaran pembangunan pemerintahan SBY-Boediono untuk berswasembada daging sapi pada tahun 2010. Di satu sisi, pemerintah membuka impor daging secara besar-besaran. Tapi, di sisi lain, mereka juga berkeinginan mengembangkan peternakan dan pemenuhan daging domestik. “Pemerintah jangan berpikir pragmatis, namun harus jangka panjang,” katanya.

Melongok Proyek Energi Alternatif Terbesar di Dunia


Majalah Forbes belum lama ini menurunkan artikel menarik menyangkut proyek-proyek energi alternative terbesar dan paling prestisius di planet ini, baik yang bersumber dari matahari, angin, panas bumi dan energi gelombang. Inilah sebagian nukilan yang dapat membuat kita terhenyak, karena Indonesia termasuk salah satu diantaranya.

Masdar Inisiatif Energi
Lokasi: Masdar City, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA)
Biaya: $ 15 miliar
Partial Completion Date: 2009
Perkiraan Dampak: Zero emisi bagi sekitar 50.000 orang dan 1.500 bisnis


Pada Februari 2009, Abu Dhabi, ibukota Uni Emirat Arab, meluncurkan proyek paling ambisius, yakni proyek energi yang berkelanjutan, Masdar Initiative. Tidak tanggung-tanggung, negeri keemiran itu menggelontorkan dana hingga $ 15 miliar. Sebagian diantaranya dialokasikan untuk investasi terkait dengan pembangunan lembaga ilmu pengetahuan dan teknik yang ditujukkan untuk mempelajari teknologi energi bersih dan berkelanjutan. Melalui proyek yang ambisius itu, UEA berambisi menjadikan Masdar City sebagai kota dengan paling bersih di dunia. Masdar Initiative akan mengubah kira-kira empat mil persegi padang gurun kosong topografi dengan nol-emisi, sekaligus bebas dari limbah ruang perkotaan. Beberapa dekade dari sekarang, Inisiatif Masdar kemungkinan akan dikenang sebagai proyek Apollo berikutnya, atau salah satu sejarah yang paling spektakuler ditengah himpitan keuangan karena imbas krisis ekonomi global.

Wind Farm
Lokasi: Amarillo, Texas
Dibangun Oleh: T. Boone Pickens
Perkiraan Pembangkitan Listrik: 4.000 megawatt
Biaya: US $ 6 miliar
Konstruksi Mulai: 2010

Selama puluhan tahun, tidak ada "minyak" yang cukup. Demikian diyakini oleh T. Boone Pickens, warga AS yang pernah menjadi pekerja kasar di ladang minyak dan berbalik menjadi raja minyak Texas. Jadi, ketika Pickens berpihak pada puncak-teori minyak, banyak pihak yang sebelumnya skeptis dengan energi alternatif menjadi bersemangat. Bersama dengan hedge fund, BP Capital, Pickens memutuskan untuk membangun tenaga angin terbesar di dunia untuk menggerakan sektor pertanian dan peternakan di lokasi setempat. Energi alternatif dengan memanfaatkan tenaga angin itu, direncanakan akan beroperasi empat distrik di Texas Amarillo. Pembangkit ini akan memasok energi untuk 2.700 peternakan. Turbin anginnya diproyeksikan mampu menyimpan energi untuk satu juta rumah saat operasionalisasi dimulai beberapa tahun ke depan.


Offshore Wind Farm

Lokasi: London Array Project, Outer Thames Estuary, Inggris (tujuh mil dari Kent Coast)
Dibangun Oleh: Shell Energi Angin, E. ON, energi terbarukan dan Energi DONG
Biaya: 2 miliar pound ($ 4 miliar)
Perkiraan Pembangkitan Listrik: Satu gigawatt
Completion Date: 2010, turbin pertama dibangun 2008

Inggris adalah negara paling utara di Uni Eropa. Sedikit lebih kecil dari Louisiana, negara pulau itu sudah kesulitan untuk ruang untuk membangun pembangkit listrik konvensional. Alhasil, Inggris mulai melirik angin sebagai energi alternatif sekaligus menjadikan negara monarki ini menjadi berbeda dalam pemanfaatan energi alternatif dibanding negara-negara lainnya. London Array direncanakan sebagai proyek angin lepas pantai untuk memasok lebih dari 340 turbin angin di luar Thames Estuary, kira-kira tujuh mil dari lepas pantai Kent Coast.

Floating Wind Turbine
Lokasi: Laut Utara, Kormay, Norwegia
Dibangun Oleh: Sony Ericsson, Norsk Hydro
Perkiraan Pembangkitan Listrik: Lima megawatt
Biaya: 200 juta krone ($ 39 juta)
Completion Date: Satu turbin pada 2009, dengan potensi untuk 200 turbin pada 2014

Laut Utara telah menjadi sumber utama minyak dunia sejak produksi dimulai pada tahun 1970-an. Tapi hanya karena kehabisan minyak tidak berarti energi terbarukan tidak dilirik. Pada tahun 2009, perusahaan raksasa Nokia mulai membangun turbin angin terapung yang merupakan pertama di dunia. Dirancang oleh Norwegia Norsk Hydro, turbin itu akan ditempatkan pada sekitar 50 mil dari daratan di Laut Utara. Jika proyek berhasil, akan secara radikal mengubah masa depan energi angin lepas pantai, yang saat ini terbatas pada perairan yang relatif dangkal.

Wave Energy
Lokasi: Pulau Orkney, Skotlandia
Dibangun Oleh: Skotlandia Power
Perkiraan Pembangkitan Listrik: 750 kilowatt
Completion Date: Sebagian beroperasi pada 2009


Skotlandia terbilang kaya dengan sumber daya energi terbarukan. Negeri itu memasok sekitar 25% dari potensi energi pasang surut dan 10% dari potensi energi gelombang ke seluruh Uni Eropa. Untuk melipatgandakan kedua sumber daya itu, Skotlandia, berencana untuk membangun pembangkit energi gelombang-pertanian terbesar di dunia, yang akan terletak di lepas pantai Pulau Orkney. Dilengkapi dengan empat turbin raksasa seluas hampir 500 meter, gelombang peternakan akan menghasilkan 750 kilowatt. Jika energi ombak terbukti memiliki banyak keuntungan, Skotlandia dapat memproduksi lebih dari 1.300 megawatt pada tahun 2020. Pasokan energi sebanyak itu cukup menerangi kota seukuran Seattle, AS.

Geothermal Power
Lokasi: Sarulla Project, Sumatera Utara, Indonesia
Dibangun Oleh: Ormat Technologies; Itochu (Jepang)
Perkiraan Pembangkitan Listrik: 330-360 megawatt
Biaya: $ 600 juta
Completion Date: 2011

Bali bukan satu-satunya sumber energi terbarukan di Indonesia. Hawa panas dari gunung berapi (beberapa masih aktif), yang merupakan pusat pembakaran ratusan mil di bawah permukaan menjadikan Indonesia kaya dengan energi panas bumi. Diperkirakan Indonesia memiliki sekitar 27.000 megawatt tenaga panas bumi. Beberapa diantaranya sipa untuk dieksplorasi. Salah satunya adalah Sarulla. Pembangkit ini akan menjadi proyek listrik terbesar di dunia untuk katagori panas bumi saat konstruksi berakhir pada 2011. Sarulla saat ini merupakan salah satu PLTU terbesar di Indonesia, dengan empat waduk berbeda.

Green Building
Lokasi: Bahrain World Trade Center
Dibangun Oleh: Atkins Arsitek, Norwin Wind turbine, Denmark
Perkiraan Pembangkitan Listrik: 1.100 untuk 1.300 megawatt jam per tahun
Completion Date: Operasional sebagian April 2008

Beberapa minggu yang lalu, sebanyak 100 kaki-baling-baling luas mulai berputar pada bangunan pencakar langit pertama di dunia dari turbin angin yang terintegrasi. Bahrain baru saja menyelesaikan World Trade Center yang memiliki dua menara berbentuk layar setinggi 54 lantai. Tiga turbin angin besar menggantung dari tiga jembatan pendek yang menghubungkan menara terpisah. Corong menara turbin yang menjorok ke laut, menjadikan pembangkit listrik ini cukup untuk memenuhi sekitar 10% dari total kebutuhan energi.

Solar-Thermal Plant
Lokasi: Mojave Desert, California Selatan
Dibangun Oleh: Solel Solar Systems, Pacific Gas & Electric
Perkiraan Pembangkitan Listrik: 553 megawatt, mungkin akan diperluas hingga 850 Mw
Biaya: $ 2 milyar
Completion Date: 2011


Gurun Mojave di California, adalah identik dengan mantan aktor laga Hoollywood, Arnold Schwarzenegger. Kini lewat keputusan politiknya guna mempercepat 20% pasokan kebutuhan energi terbarukan pada tahun 2010 di negara bagian California, Schwarzenegger telah memberikan kesempatan kepada perusahaan asal Israel Solel Solar Systems. Perusahaan ini siap membangun membangun pembangkit solar-termal yang dapat menghasilkan sebanyak 553 megawatt energi panas matahari tahun 2011 yang akan dipasok untuk Pacific Gas & Electric.

Photovoltaic Solar Park
Lokasi: Mildura, Australia
Dibangun oleh: CLP Group, Solar Systems
Perkiraan Pembangkitan Listrik: 154 megawatt
Biaya: $ 270 million
Completion Date: Sebagian rampung pada 2010, selesai 2013

Dibandingkan wilayah lain di muka bumi, Australia adalah wilayah paling banyak terpapar oleh sengatan matahari. Itu sebabnya dengan potensi yang tak terbatas, Solar Systems, sebuah perusahaan berbasis energi solar di Melbourne, berencana untuk menghasilkan listrik 154 megawatt - daya yang cukup untuk memasok sekitar 45.000 rumah - dari sinar matahari. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2012 nanti. Untuk mewujudkan proyek ambisius itu, Solar Systems telah bermitra dengan pemerintah Australia dan Hong Kong's CLP Group guna membangun pembangkit energi matahari terbesar. Saat proyek tenaga surya sepenuhnya beroperasi, otoritas setempat optimis akan dapat memasok sekitar 1% dari total kebutuhan energi negeri kanguru itu.

Monday, October 19, 2009

Pentingnya Pemanfaatan Gas Bumi dan Batu Bara


Beberapa tahun terakhir ini energi merupakan persoalan yang krusial didunia. Peningkatan permintaan energi yang disebabkan oleh pertumbuhan populasi penduduk dan menipisnya sumber cadangan minyak dunia serta permasalahan emisi dari bahan bakar fosil memberikan tekanan kepada setiap negara untuk segera memproduksi dan menggunakan energi alternatif dan terbarukan. Selain itu, peningkatan harga minyak dunia yang sempat mencapai mencapai 100 U$ per barel pada 2007 juga menjadi alasan yang serius yang menimpa banyak negara di dunia terutama Indonesia.

Lonjakan harga minyak dunia akan memberikan dampak yang besar bagi pembangunan di Indonesia. Konsumsi BBM yang mencapai 1,3 juta/barel tidak seimbang dengan produksinya yang nilainya sekitar 1 juta/barel sehingga terdapat defisit yang harus dipenuhi melalui impor. Menurut data ESDM (2006) cadangan minyak Indonesia hanya tersisa sekitar 9 milliar barel. Apabila terus dikonsumsi tanpa ditemukannya cadangan minyak baru, diperkirakan cadangan minyak ini akan habis dalam dua dekade mendatang.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak pemerintah telah menerbitkan Peraturan presiden republik Indonesia nomor 5 tahun 2006 tentang kebijakan energi nasional untuk mengembangkan sumber energi alternatif dan terbarukan sebagai pengganti bahan bakar minyak. Dan pilihan terhadap gas bumi menjadi alasan logis, mengingat gas bumi merupakan sumber energi yang kandungannya masih melimpah di tanah air.

Saat ini sekitar 52% sumber energi dalam negeri masih dipenuhi oleh BBM, 28% gas bumi, 15% batu bara, 3% tenaga air dan 2% panas bumi. Dengan semakin berkurangnya . cadangan minyak, otomatis gas bumi merupakan energi pengganti BBM yang paling tepat saat ini.

Merujuk pada road map yang disusun kementrian ESDM, ke depan konsumsi gas dan batu bara akan mulai ditingkatkan untuk menggantikan BBM, sehingga mampu memenuhi kebutuhan energi nasional sampai 53%. Sedangkan BBM menjadi hanya 20%.

Sekarang mari sedikit kita telisik, kesiapan batu baru dan gas bumi yang digadang-gadang akan mengambil alih konsumsi energi nasional.

Batu bara memang sumber energi melimpah. Cadangan batu bara di Indonesia diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 100 tahun mendatang. Ke depan, emas hitam ini dipastikan akan menjadi primadona sumber energi dunia. Dan kita beruntung karena sejauh ini cadangan batu bara terbanyak ada di tanah air. Menurut penelitian Japan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO), saat ini potensi batu bara di Indonesia berkisar 105 miliar ton dan cadangannya diprediksi mencapai 22 miliar ton.

Setiap tahun, produksi batubara Indonesia selalu meningkat. Namun untuk tahun 2009 ini, produksi batu bara Indonesia diprediksi hanya mencapai 230 juta ton dari target sebelumnya sebesar 250 juta ton. Naik tipis dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar 229,18 juta ton. Melesetnya produksi sejalan dengan menurunnya permintaan batu bara di pasar internasional. Sementara harga pun tidak kunjung membaik. Hal ini menyebabkan produksi batu bara di dalam negeri agak melandai.

Bagaimana dengan gas? Berdasarkan data dari Kementrian ESDM, pada 2008 cadangan gas bumi di Indonesia termasuk yang terbesar dengan total cadangan sebesar 170,07 TCF (trilion cubic feet), terdiri dari 112,47 TCF cadangan terbukti (proven reserve) dan 57,6 TCF cadangan potensial (potential reserve). Dengan rata-rata produksi 3 TCF setiap tahun, umurnya akan mencapai 57 tahun dari sekarang. Dengan jumlah cadangan tersebut, Indonesia berada di urutan ke 13 negara penghasil gas bumi.

Thursday, October 15, 2009

Unlimited Asli Dari Smart Telecom


Sepanjang 2009 pasar data tampaknya semakin booming. Operator yang sebelumnya harus rela dengan ARPU voice dan SMS yang terus menurun, tampaknya mulai kembali bersemangat, karena ARPU di pasar data sangat menjanjikan.

Bila kita telusuri, booming pasar data dipicu oleh maraknya situs-situs pertemanan (social networking). Pasar data yang sebelumnya lebih didominasi oleh pelanggan korporat, mendadak bergeser ke kelas consumer. Sudah begitu handset yang mendukung untuk aktifitas ini semakin beragam, terutama BlackBerry yang belakangan pamornya semakin menjulang. Padahal harganya masih terbilang mahal, rata-rata Rp 6-7 juta. Bahkan handset bekasnya pun masih cukup tinggi untuk kantung orang kebanyakan.

Meski begitu, terutama bagi kelompok the raving fashionista, harga bukan lagi ukuran. Alhasil, segmentasi pasar pun semakin meluas hingga ke kalangan remaja. Eforia Facebook membuat aktifitas nongkrong, kini tidak sebatas sekedar pencet-pencet SMS atau main game. Namun juga buka-buka situs, sekedar update photo atau kasih komentar ke situs teman.

Nah, fenomena itu dengan jeli ditangkap oleh para operator. Salah satunya adalah Smart. Tak tanggung-tanggung, operator milik Grup Sinar Mas meluncurkan promo dengan tagline meyakinkan, yakni Smart ”Bonus Unlimited Internet yang Sesungguhnya”.

Menurut Head of Region Commercial West Java PT Sinar Mas Telecomunication (Smart) Antony Pandapotan, promo Smart merupakan jawaban atas kebutuhan pengguna yang semakin meningkat namun ingin tetap hemat. ”Selama ini banyak operator yang mengeluarkan bonus unlimited namun ternyata dibalik kata ”unlimited” yang mereka gembar-gemborkan, masih terdapat batasan-batasan yang tidak dikomunikasikan oleh konsumen”, ujar pria yang akrab dipanggil Anton ini.

Kondisi itulah yang dijawab oleh Smart dengan bonus unlimited internet yang diberikan tanpa syarat dan berlaku selama 24 jam pada paket produk-produk datanya. Salah satu paket yang sekarang banyak diminati oleh konsumen adalah Smart Netbook 3.5G Tekomplit, dengan bonus internet 100 hari.

Dengan memilih Paket Prabayar Smart Netbook hanya seharga Rp 3.999.000, konsumen sudah memperoleh netbook keren dengan Genuine Windows XP, unlimited internet 100 hari dengan kecepatan download maks 3.1 Mbps dan internet modem 3,5G EVDO Rev A. Selain itu Smart Netbook itu, sudah dilengkapi dengan fasilitas webcam dan WiFI. ”Terbilang murah dan komplit”, ujar Anton sambil berpromo.

Selaian paket yang terjangkau itu, Smart juga menyadiakan paket pasca bayar seharga Rp 409.000/bulan sudah termasuk bonus unlimited internet 12 bulan, dengan kecepatan download yang sama dengan paket prabayar.

Jika sudah habis masa gratisannya, pelanggan tinggal berlangganan Paket Internet Unlimited yang bisa diatur sesuai kebutuhan, apakah harian, mingguan, bulanan bahkan tahunan. Smart juga mematok tarif yang terjangkau, yakni Rp 3.000/hari, pelanggan sudah bisa internetan sepuasnya.

Dengan dua promo menarik itu, Anton optimis dapat semakin mendongkrak trafik data yang lebih menawarkan ARPU menarik, ketimbang voice atau SMS yang semakin terjun bebas.

Pilih-Pilih Layanan Mobile Internet


Industri selular sepanjang 2009 ditandai dengan perkembangan baru. Operator yang tahun lalu getol perang tarif voice dan SMS, kini serius menggarap layanan data. Konsumen pun makin diuntungkan dengan akses internet cepat dan murah. Namun sebelum menentukan pilihan, sebaiknya kenali dahulu ”jeroan” layanan data masing-masing operator. Apalagi banyak promo yang cenderung menjebak karena tidak sesuai dengan penawaran yang dijanjikan.

Paket Internet Indosat
Indosat mengeluarkan paket tidak terbatas alias unlimited untuk berlangganan akses internet dengan munculnya Indosat 3,5 G. Untuk saat ini paket unlimited Indosat 3,5 G Broadband baru tersedia di lima kota, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakar-ta, dan Surabaya.

Tarif murah akses internet Indosat hanya Rp 1 per kb atau Rp 100 per menit. Untuk dapat menikmati tarif murah akses internet, pelanggan tinggal membuat setting internet di handphone (HP) berbasis volume. Dengan tarif murah internet, pelanggan kartu IM3 makin leluasa menikmati layanan Facebook, chatting via mig33, Yahoo, browsing opera mini, dan fitur yang lainnya.

Selain itu, kini pengguna kartu Mentari dan IM3 juga dapat berselancar lebih leluasa dengan voucher internet Indosat, yaitu voucher khusus dari Indosat yang pulsanya hanya bisa digunakan untuk akses internet atau akses data. Dengan voucher internet Indosat, surfing, browsing, downloading, uploading, e-mail, sampai chatting tarifnya Rp 10 per 30 detik dengan kecepatan sampai dengan 256 kilobit per detik (kbps). Sayang, voucher internet Indosat baru tersedia dalam bentuk elektronik dengan denominasi Rp 5.000 untuk masa aktif lima hari.

Paket Internet Telkomsel
Telkomsel mengusung TelkomselFlash, yakni layanan highspeed wireless broadband atau akses internet nirkabel dengan kecepatan maks 3,2 Mbps. Layanan mereka didukung teknologi high speed downlink packet access (HSDPA). Layanan ini untuk seluruh pelanggannya, baik pascabayar (kartu Halo) atau prabayar (Simpati dan kartu As) dengan tarif akses data berbasis waktu.

Dalam hal pentarifan, Telkomsel Flash berbeda dengan layanan operator lain. Bila operator lain berbasis volume, maka layanan ini menggunakan skema tarif yang didasarkan atas durasi waktu pemakaian (time base). Sehingga tarifnya cenderung mahal.

Saat ini Telkomsel menawarkan enam pilihan model tarif. Pertama, tawaran dengan skema tarif Rp 350 per menit. Ke-dua, paket tiga jam Rp 30.000. Untuk paket jenis ini hanya berlaku alias valid untuk satu hari pemakaian.

Ketiga, paket 24 jam seharga Rp 100.000. Paket jenis ini hanya berlaku (valid) untuk satu minggu. Paket ini juga berlaku untuk kartu Simpati, Halo, dan kartu As.
Sedangkan tiga paket sisanya, untuk paket bulanan, 40 jam Rp 200.000, 100 jam Rp 400.000, dan 250 jam Rp 800.000. Dan, itu hanya untuk kartu Halo.

Paket Internet XL
XL meluncurkan layanan paket internet untuk XL prabayar dan XL pascabayar sejak Mei 2009. Untuk pelanggan XL prabayar, cukup dengan voucher yang ada, sehingga pelanggan tak usah repot-repot untuk mencari voucher khusus internet.

Tarif internet untuk XL prabayar Rp 3 per kilobit (kb), sementara XL pascabayar Rp 3,3 per kb, termasuk pajak. Ada dua jenis paket yang ditawarkan XL, yaitu harian dan mingguan. Untuk paket harian, biayanya Rp 2.000 dengan kuota 1 megabit (Mb); jika lebih dari 1 Mb akan terkena tarif Rp 3 per kb. Masa berlakunya sehari. Paket mingguan, biaya Rp 10.000 dengan kuota 10 Mb. Lebih dari 10 Mb akan dikenai tarif Rp 3 per kb. Masa berlaku tujuh hari.

Paket Internet Fren
PT Mobile-8 Telecom Tbk, operator CDMA merek Fren, terbilang paling awal menghadirkan paket internet, yakni pada 2003. Namanya Max Surf. Paket ini bisa untuk kartu prabayar dan pascabayar Fren.

Selanjutnya, Mobile-8 mengeluarkan brand yang mengkhususkan layanan akses data ke pelanggannya. Yaitu: Mobi, yang pertama kali meluncur pada 4 Februari 2009.
Tarif Mobi prabayar berbagai macam, untuk prabayar Rp 0,1 hingga Rp 0,25 per kb. Untuk pascabayar, jenis silver Rp 88.000 dengan kuota 500 megabit (Mb) dengan kecepatan hingga 3,1 megabytes per second (Mbps). Jika melebihi tarif, akan dikenai Rp 0,25 per kb. Sementara, paket gold Rp 150.000 dengan kuota 1,25 gigabit (Gb) dan kecepatan hingga 3,1 Mbps. Jika lebih dari itu, tarifnya Rp 0,25 per kb.
Lantas, pascabayar platinum Rp 250.000 kuota 3 Gb dan kecepatan hingga 3,1 Mbps. Jika melebihi, tarif Rp 0,25 per kb.

Paket Internet Axis
PT Natrindo Telepon Seluler, operator selular Axis, membundel paket internet berbentuk bundling modem serta paket harian atau mingguan dengan sistem bundel modem 3G dan kartu microSD 1 Gb.

Untuk jenis Maxilite, pelanggan mendapat akses gratis 200 Mb per bulan selama enam bulan, biaya kelebihan pemakaian Rp 1,5 per kb. Harga perdana Rp 188.000. Apabila beserta modem plus microSD 1 Gb harganya Rp 988.000.

Untuk Maxipro, gratis 500 Mb per bulan selama satu tahun, biaya kelebihan pemakaian Rp 0,7 per kb. Harga perdana Rp 588.000. Tambah modem dan microSD 1 Gb: Rp 1.388.000.
Untuk Maximum gratis 3 Gb per bulan selama setahun, biaya kelebihan Rp 0,5 per kb. Harga perdana Rp 1.488.000. Bila plus modem dan microSD 1 Gb jadi Rp 1.988.000.

Paket Internet Flexi
Telkom menyediakan paket internet dengan label TelkomFlexi, baik untuk prabayar (trendy) maupun pascabayar (classy). Selain menggunakan mode charging berdasarkan volume data (volume based) yang telah dikenal selama ini, Flexi juga telah meluncurkan mode charging berdasarkan waktu akses (time based).

Pelanggan dapat memilih sendiri mode akses yang diinginkan volume atau waktu akses kapan saja dan di mana saja dengan hanya melakukan login dengan user name yang telah disediakan untuk masing-masing mode charging itu.

Tarif layanan data Telkom Flexi pascabayar, untuk layanan internet dengan metode akses packet data network (PDN based) seharga Rp 3 per kilobit (volume based) dan Rp 200 per menit (time based).

Paket Internet StarOne
Selain menyediakan paket internet berbasis GSM di kartu Mentari dan IM3, PT Indosat Tbk juga menawarkan paket internet di kartu StarOne. Layanan internet di StarOne sudah ada sejak StarOne berdiri di tahun 2004.

Tarif StarOne prabayar dan pascabayar ritel adalah Rp 1 per kb atau Rp 75 per menit. Selain paket ritel, tersedia paket berlangganan. Untuk StarOne pascabayar, tersedia paket berlangganan Rp 45.000 untuk 350 Mb per bulan, Rp 99.000 untuk 1 Gb per bulan, serta Rp 125.000 untuk internet unlimited selama 30 hari. Lalu, di StarOne prabayar tersedia paket langganan Rp 45.000 buat internet unlimited selama tujuh hari. Selain itu StarOne juga menyediakan program Internet Bundling Modem dengan tarif Rp 0,1 per kb dan Rp 25 per menit.

Paket Internet Smart
Smart Telecom juga tak mau ketinggalan menawarkan paket internet. Mereka menawarkan paket bundling dengan netbook dengan bonus unlimited internet yang diberikan tanpa syarat dan berlaku selama 24 jam pada paket produk-produk datanya. Salah satu paket yang sekarang banyak diminati oleh konsumen adalah Smart Netbook 3.5G Tekomplit, dengan bonus internet 100 hari.

Dengan memilih Paket Prabayar Smart Netbook hanya seharga Rp 3.999.000, konsumen sudah memperoleh netbook keren dengan Genuine Windows XP, unlimited internet 100 hari dengan kecepatan download maks 3.1 Mbps dan internet modem 3,5G EVDO Rev A. Selain itu Smart Netbook itu, sudah dilengkapi dengan fasilitas webcam dan WiFI.

Selain paket yang terjangkau itu, Smart juga menyadiakan paket pasca bayar seharga Rp 409.000/bulan sudah termasuk bonus unlimited internet 12 bulan, dengan kecepatan download yang sama dengan paket prabayar.

Jika sudah habis masa gratisannya, pelanggan tinggal berlangganan Paket Internet Unlimited yang bisa diatur sesuai kebutuhan, apakah harian, mingguan, bulanan bahkan tahunan. Smart juga mematok tarif yang terjangkau, yakni Rp 3.000/hari, pelanggan sudah bisa internetan sepuasnya.

Telkomsel Flash, Sudah Mahal Disunat Pula!


Pasca lebaran, manajemen Telkomsel biasanya sibuk menangkis tudingan mengenai kapasitas jaringan yang overloaded sehingga berdampak pada dropnya kualitas layanan. Namun kali ini tudingan yang muncul bukan karena kiriman SMS yang terlambat atau sinyal yang buruk. Seperti air bah, gelombang kekecewaan justru muncul dari para pelanggan mobile broadband Telkomsel Flash.

Bermula dari SMS yang dikirim kepada para seluruh pelanggan pada 7 September 2009 pukul 13.00 WIB. Pesan itu sendiri berbunyi singkat, yakni “Pelanggan Yth. Terhitung mulai tgl 1 Sep 09, Fair Usage untuk Paket Basic TELKOMSELFlash Unlimited berubah dari 2GB menjadi 500MB. Terimakasih”.

Dengan ketentuan baru itu, maka untuk Paket Basic, pelanggan diberi kuota 500 MB dengan kecepatan maksimum 256 kbps, Paket Advance 1 GB kecepatan maksimum 512 kbps, serta Paket Pro kecepatan maksimum 3,6 Mbps untuk 2 GB. Padahal sebelumnya, kuota yang diberikan di ketiga paket tersebut dipukul rata 2 GB.

Sontak keputusan sepihak itu menuai kecaman, seperti yang terungkap di berbagai milis dan blog internet. Sebagian pelanggan mempertanyakaan aksi 'sunat' kuota bandwidth yang baru dikirimkan pada 7 September. Sementara keputusan sudah berlaku per 1 September lalu. Padahal billing date adalah tanggal 5 setiap bulannya, sehingga bila pelanggan memutuskan tidak lagi berlangganan maka mereka sudah rugi karena sudah dihitung ke bulan berikutnya.

Dengan waktu pemberlakuan lebih cepat, banyak pelanggan yang merasa terjebak, karena kebijakan ini otomatis menguntungkan Telkomsel karena dapat menarik keuntungan sebanyak-banyaknya. Apalagi bila dibandingkan dengan operator lain, tarif Telkomsel Flash terbilang paling mahal.

Saat ini tarif mobile broadband dari para operator lain sudah terjun dari harga Rp 25/kb menjadi Rp 5/kb bahkan ada yang Rp 1/kb. Umumnya pentarifan juga menggunakan model volume base.

Sementara Telkomsel hanya turun 50% dari Rp 25/kb menjadi Rp 12/kb. Itu pun sudah terbilang lama tidak karena Telkomsel tidak pernah lagi merevisi harganya. Walhasil, tarif Telkomsel Flash, yang bersifat time based bisa mencekik leher karena Rp 350 per menit, 30.000/3jam, dan 100.000/24 jam. Kebijakan Telkomsel yang tetap mematok mahal tarif Flash, dinilai juga tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menginginkan tarif internet murah agar dapat terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, tidak sedikit pelanggan lain yang menilai Telkomsel telah melanggar hukum karena secara sepihak mengubah kuota tanpa meminta persetujuan pelanggan. Mereka beralasan pada saat melakukan registrasi diwajibkan menempelkan tiga materai dengan persetujuan pada masing-masing paket yang disediakan dan yang akan dipilih oleh pengguna.

Dengan keputusan yang bersifat sepihak dan tidak merugikan itu, tak sedikit pelanggan yang berniat untuk berhenti berlanggan Telkomsel Flash dan mencoba menggunakan jasa operator lain. Apalagi tarifnya lebih murah dengan kualitas layanan yang tetap dapat diandalkan.

Merasa gerah dengan tudingan-tudingan itu, manajemen Telkomsel akhirnya mengirimkan penjelasannya, atau lebih dari dua pekan berselang sejak mereka memberlakukan penurunan kuota melalui paket sistem fair usage baru tersebut per 1 September 2009 lalu.

"Pemberlakukan ini didasarkan pada data perilaku pengguna Telkomsel Flash, di mana 60% rata-rata menggunakan data 500 MB per bulan," sebut Manager Data and Broadband Service Telkomsel, Arief Pradetya, dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2009).

Dalam keterangannya Telkomsel menyebutkan: untuk Paket Basic, pelanggan diberi kuota 500 MB dengan kecepatan maksimum 256 kbps dan Paket Advance 1 GB kecepatan maksimum 512 kbps, serta Paket Pro kecepatan maksimum 3,6 Mbps untuk 2 GB.

"Bila penggunaan melebihi kuota, maka tetap tidak dikenakan biaya tambahan. Hanya secara otomatis kecepatan menjadi internet biasa. Paket Pro menjadi 128 kbps dan paket basic serta advance menjadi 64 kbps," masih kata Arief.

Telkomsel tidak menyebutkan secara langsung adanya penurunan kuota besar-besaran seperti yang ramai diributkan di milis dan forum diskusi di internet. Namun operator ini secara tidak langsung mengakui adanya 'penyunatan' kuota bandwidth melalui kalimat pernyataan:

"Pemberlakukan ini didasarkan pada keinginan untuk membatasi 10% abusive user yang secara dominan menghabiskan resources network dengan penggunaan hingga puluhan bahkan ratusan GB yang mengakibatkan gangguan terhadap pengguna lain karena menyebabkan penurunan kualitas secara signifikan".

Kata Arief, hal ini terjadi mengingat mobile network merupakan shared network alias jaringan yang dipakai bersama dengan pengguna lain. "Sebenarnya data sebesar 500 MB sudah cukup untuk penggunaan normal pelanggan, baik untuk keperluan browsing, chatting maupun downloading secara terpisah," ujarnya.

"Sebagai gambaran, pelanggan dapat melakukan browsing 1000 halaman web (rata-rata 500k), download 1000 lagu (rata-rata 5MB), 10.000 e-mail (rata-rata 50 kB), chatting 500 ribu baris atau mengunduh 500 foto (rata-rata 1 MB)," papar dia lebih lanjut.

"Jika dirasa 500 MB tetap kurang, Telkomsel juga menyediakan Paket Advance dan Pro dengan Fair Use 1GB dan 2GB. Pelanggan dapat memilih sesuai pola pemakaiannya," demikian Arief menambahkan.

Dengan pemberlakukan fair usage baru dan tambahan frekuensi 3G, Telkomsel menyatakan harapannya dapat melayani lebih banyak pelanggan internet dengan layanan mobile broadband.

Pelanggan Telkomsel Flash kini berjumlah 1,2 juta atau meningkat 500% dibanding akhir 2008 lalu. Telkomsel mengklaim telah menghadirkan bandwidth dengan kapasitas yang mampu melayani tiga juta pelanggan Flash hingga akhir tahun ini.

Plintat-Plintut
Anehnya ditengah badai kecaman, Telkomsel memutuskan tiba-tiba membuat kebijakan baru untuk mengembalikan kuota menjadi 2GB. Namun, ini hanya berlaku selama satu bulan.

Melalui pesan singkat yang berbunyi "Pelanggan Yth. Sbg wujud apresiasi kami terhadap pelanggan TELKOMSELFlash, selama 1 bulan (Tgl 1 s/d 31 Okt 09), Fair Use Paket TELKOMSELFlash Unlimited anda kembali ke kuota semula yaitu 2 GB. Setelah tgl tsb Fair Use Paket Anda kembali ke kondisi existing. Terimakasih," demikian isi SMS yang diterima salah seorang pelanggan Flash.

Meski bermaksud meredakan gejolak, banyak pelanggan menilai kebijakan Telkomsel ini hanya setengah hati, karena mereka hanya dapat menikmati kuota normal sebesar 2 GB itu selama sebulan, mulai tanggal 1-31 Oktober 2009. Setelah tanggal tersebut, Fair Use Paket pelanggan akan kembali ke kondisi yang sudah ditetapkan pada 1 September lalu. Apalagi umumnya pelanggan menerima SMS pengembalian kuota itu selang tujuh hari dari tanggal ditetapkan.

Wednesday, October 14, 2009

Miyabi dan Mantra Curiosity


Kisruh rencana kedatangan Miyabi terus bergulir. Kalangan yang menentang kehadiran artis porno asal Jepang itu, tidak hanya dari kelompok agama seperti FPI atau MUI, namun semakin beragam. Tak hanya aktivis dan kalangan pemerintahan, namun juga dari kalangan perfilman sendiri. Salah satunya adalah aktor senior Didi Petet. Ia menyatakan penolakannya secara terbuka. Didi bilang rencana pembuatan film 'Menculik Miyabi' sungguh memalukan.

"Selera rendah jangan dijadikan isu terus menerus. Kita harus cerdas, yang memberikan peran juga harus cerdas. Pantas nggak sih Miyabi main, kalau memang nggak pantas yah nggak usah aja. Memalukan," cetus Didi.

Didi tak habis pikir bagaimana bisa seorang bintang film porno bisa bermain di Indonesia. Didi heran seakan-akan Indonesia tidak memiliki artis cantik yang berbakat.

Tak hanya itu, citra Miyabi juga tidak selaras dengan kebudayaan Indonesia. "Budaya timur kita masih sangat kuat," imbuhnya. Didi menegaskan, kedatangan Miyabi menurut Didi sama saja merendahkan film Indonesia.

Gelombang penolakan Miyabi juga tidak hanya terjadi di dalam negeri. Pelajar Indonesia yang berada di negeri asal Miyabi, Jepang pun ikut menolak kedatangan pemilik nama asli Maria Ozawa itu ke Tanah Air.

Lewat keterangan resmi, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang secara tegas menyatakan penolakan terhadap kedatangan Miyabi ke Indonesia. Mereka pun minta supaya pihak Maxima untuk menghentikan upayanya menampilkan bintang film porno itu di film 'Menculik Miyabi'.

Menurut mereka, Indonesia sangat membutuhkan transfer dan alih teknologi dari Jepang. Namun, bukan transfer dan alih budaya hidup yang merusak masyarakat, seperti sosok Miyabi.

Para pelajar itu juga mengungkapkan aktor dan aktris film porno, seperti Miyabi memiliki peran besar dalam merusak generasi muda Jepang saat ini. Para pelaku industri pornografi Jepang juga dinilai memicu remaja Jepang untuk melakukan seks bebas.

PPI juga menekankan kalau pendapatan dari film 'Menculik Miyabi' tidak akan sebanding dengan rusaknya moral anak bangsa. Menampilkan Miyabi di film Indonesia bukan solusi yang tepat untuk menaikan sineas Indonesia di kancah internasional.

Tak tahan dengan protes keras itu, kubu Maxima akhirnya menyebutkan bahwa Maria Ozawa pun maklum jika dirinya dilarang bertandang ke tanah air. Hal itu diungkapkan oleh Odi Mulya Hidayat, produser film 'Menculik Miyabi'. Odi mengaku sudah membeberkan masalah yang tengah dihadapi pihaknya kepada manajemen Miyabi. Pihak Maxima memilih pasrah jika memang Miyabi batal ke tanah air.

Effek Berganda
Bagi Maxima sendiri, pembuatan film “Menculik Miyabi” adalah tambang uang yang menjanjikan. Ibaratnya "merem" pun, keuntungan sudah teronggok di depan mata. Meski tidak melepaskan sehelai benang pun, sosok Miyabi sudah melebihi ketenaran Dewi Persik, yang disebut-sebut sebagai bintang hot Indonesia saat ini. Penonton pun tidak peduli, meski Miyabi mungkin hanya bermain tidak lebih dari 10 scene.

Rasa keingintahuan (curiosity) inilah yang menjadi mantra paling ampuh untuk menarik pengunjung ke bioskop. Disini hitung-hitungan bisnis pun sangat sederhana. Dengan biaya sekitar Rp 3 milyar, sebuah film di Indonesia harus ditonton sebanyak 300 ribu orang agar bisa balik modal.

Nah, dengan jumlah fans mencapai lebih dari 1 juta orang di Indonesia, Miyabi berpotensi mencetak ”box office”. Bisa jadi, film yang dibintanginya akan mampu mengalahkan ”Ayat-Ayat Cinta” yang sanggup mencetak rekor hingga 2,5 juta penonton.

Namun tak hanya Maxima, kalangan yang memang bersentuhan langsung dengan dunia esek-esek juga mungkin menyesal. Meski dijanjikan peran yang dimainkan oleh gadis blasteran Jepang, Perancis dan Kanada itu, tidak akan mengumbar syahwat, namun rencana kedatangan ratu seks itu sudah membuat kehebohan luar biasa.

Saya sendiri iseng-iseng sempat menanyakan kepada penjual VCD/DVD bajakan tentang permintaan VCD yang dibintangi Miyabi. Jawaban yang diberikan sungguh diluar dugaan. Sejak berita Miyabi mencuat, omzet para pedagang itu meningkat hingga lima kali lipat. Padahal harganya juga sudah naik berkali lipat. Dari sebelumnya Rp 5.000, kini dilego hingga Rp 20.000,- per keping. Hebatnya lagi, pembelinya bukan lagi pelanggan yang selama ini sudah mereka kenal, namun note bene pelanggan baru.

Jadi bisa dibayangkan jika Miyabi betul-betul bermain dalam film arahan sutradara Rako Priyanto itu. Omzet yang dinikmati produsen dan penyalur DVD Miyabi akan naik hingga ratusan kali lipat. Karena masyarakat semakin dipacu keingitahuannya untuk menonton akting panas Miyabi.

Jangan juga dilupakan dunia on-line. Asal tahu saja, saat ini Indonesia merupakan negara terbesar ketiga pengakses situs porno, setelah China dan AS. Kedatangan ”ikon” porno bisanya akan semakin mendorong masyarakat mengakses situs-situs pengumbar nafsu itu.

Sekarang, kita saja tunggu ketegasan pemerintah. Pilih Miyabi atau pilih transfer teknologi!

Tuesday, October 13, 2009

Memory Card, The Faster The Better


Memory card kini menjadi primadona, terutama untuk penggunaan mobile device dan handheld computing yang memiliki keterbatasan memori, termasuk USB flash. Dengan memory card, Anda dapat membawa setumpuk data, baik berupa file, dokumen, games, buku, musik hingga konten digital yang dapat mendukung akitifitas mobile Anda.

Umumnya memory card yang banyak digunakan adalah Secure Digital (SD), Compact Flash (flash/microdrive) dan Memort Stick. Masing-masing format dikembangkan oleh berbagai perusahaan yang saling bersaing dalam menghasilkan produk dengan berbagai kelebihan, terutama dari sisi kapasitas dan kecepatan, seperti Sandisk, Kingston, Toshiba, Panasonic dan Sony.

Saat ini Toshiba dan Samsung terlibat dalam persaing ketat guna mengembangkan teknologi kartu memory yang lebih canggih. Baik dalam hal kapasitas maupun kecepatan membaca data.

Toshiba belum lama ini mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan kartu memori SD yang mampu membaca dan menulis data dengan kecepatan lebih cepat dari kartu yang ada saat. Toshiba memastikan bahwa produk ini akan tersedia dalam waktu kurang dari satu tahun.

Toshiba yang merupakan salah satu vendor dibelakang format SD card, berencana untuk mengirimkan sampel kartu berdasarkan versi 3,0 dari standar SD Memory OEM ke produsen pada bulan November tahun ini. Diharapkan pada 2010 konsumen sudah dapat menikmati kartu memory dengan kemampuan dashyat itu.

Toshiba mengungkapkan bahwa versi 3.0 dari standar diumumkan pada bulan Januari tahun ini, memiliki kecepatan transfer data hingga 104MB per detik. Kecepatan data yang dapat mengalir ke dan dari kartu semakin penting sebagai kartu mendapatkan kapasitas penyimpanan yang lebih besar dan digunakan untuk file besar seperti high-definition video klip.

Kartu memori versi 3.0 dari Toshiba in akan mencakup 16GB dan 32GB, SDHC 64GB. Model dan kartu didasarkan pada spesifikasi SDXC yang merupakan pengembangan teranyar SD Cards yang nantinya akan menawarkan kapasitas hingga 2TB.

Sementara vendor Korea, Samsung juga sudah berancang-ancang. Samsung Electronics Co pada Juni lalu mengumumkan bahwa pihaknya telah menuntaskan pengembangan memory card terbaru dengan kapasitas hingga 32GB yang memiliki kemampuan dua kali lipat dibandingkan kartu sebelumnya.

Menurut juru bicara Samsung, 32GB moviNAND adalah kartu pertama yang terdapat kartu memori menggunakan chip 32Gbit berdasarkan 30-nanometer.
Setiap 32GB moviNAND perangkat 30nm Samsung mencakup delapan kelas 32Gb NAND chip, kartu multimedia (MMC) dan controller firmware. Samsung 30nm moviNAND memiliki beragam kapasitas yakni 16GB, 4GB dan 8GB.

Ledakan Permintaan
Menurut Firma riset iSupply Corp, penggunaan kartu memori dengan kapasitas besar akan semakin marak, karena dipicu oleh beragam perangkat mobile yang menawarkan beragam kemampuan multimedia. Firma itu memprediksi dalam waktu empat tahun atau pada 2013 mendatang, akan terjadi ledakan permintaan hingga delapan kali lipat, terutama untuk pertumbuhan memory card dengan 32GB.

Saat ini sekitar 120 juta kartu memori dengan kapasitas 16 GB NAND telah diserap pasar. Jumlah itu merupakan 13% dari pengiriman global kartu memori. Pada 2013 nanti, sekitar 950 juta kartu diharapkan telah dikirim, sehingga kartu dengan kapasitas 16 GB mencapai 72% dari total pengiriman dunia, demikian iSupply.

Pihak Samsung menyebutkan kartu dengan kapasitas 32Mb akan menjadi primadona. Kartu yang baru ini ditujukan pada high-end ponsel, pemutar musik dan ponsel lainnya elektronik konsumen. Samsung mengatakan bahwa besarnya kapasitas kartu menawarkan kinerja yang lebih baik untuk memproses dan menyimpan sejumlah besar konten multimedia seperti video, video game dan siaran TV.

Samsung milik moviNAND chip menggunakan interface kecepatan tinggi bersama-sama dikembangkan oleh JEDEC dan MMCA (MultiMedia Association) dan eMMCv4.3. Spesifikasi nya termasuk fitur yang mengurangi waktu boot-up dan sleep untuk mengurangi konsumsi daya.

Monday, October 12, 2009

Mozilla, From Challenger to Market Leader


Kapan Anda terakhir kali menggunakan Internet Explorer (IE) untuk meluncur ke dunia maya? Kira-kira setahun lalu, pertanyaan ini diajukan oleh teman saya dalam satu diskusi kecil yang membahas kecenderungan rontoknya kedigdayaan browser buatan Microsoft itu. Seperti halnya teman lain, saya pun menjadi tidak ingat persis kapan ‘mengakhiri hubungan’ dengan IE. Namun, setidaknya sudah hampir dua tahun IE bukan lagi merupakan browser favorit. Penggantinya, siapa lagi kalau bukan Mozilla Firefox (MF). Saking familiar dengan MF, saya kadang-kadang tidak ingat, logo IE masih terpampang di layar desktop.

Seperti halnya saya, Anda pun mungkin bukan lagi loyalis IE. Kini demam MF bahkan terus mewabah. Layaknya gelindingan bola salju, jutaan orang di seluruh dunia, sudah merupakan ’konstituen’ MF. Tampaknya hanya persoalan waktu, kalau IE akan segera melepaskan 'mahkotanya' sebagai penguasa browser.

Dari data terbaru yang dikeluarkan NetScape, Internet Explorer anjlok ke angka 65,7 persen pada September 2009. Laporan itu juga menyebutkan, browser besutan Microsoft itu kehilangan pelanggan hingga 1,3 persen, dan itu merupakan penurunan tiap bulan yang terbesar sepanjang sejarah.

Keadaan IE ini berbanding terbalik dengan kompetitornya, MF yang mencatat peningkatan terbaik sepanjang sejarah. Pun demikian dengan Google Chrome, yang meskipun tergolong baru, namun masih bisa menunjukkan peningkatan presentase.
Senada dengan NetScape, Softpedia, mencatat kalau sebenarnya IE selama setahun belakangan sudah mulai kehilangan market share hingga 8,5 persen. Dengan kehilangan 2,6 persen dalam tiga bulan terakhir, bahkan September merupakan kehilangan pangsa pasar terbesar bagi IE.

Sementara MF yang memang menjadi pesaing terkuat dari IE, justru terus menunjukan keperkasaanya yang membayangi IE. Bagaimana tidak, 'Si Rubah' mendominasi market share hingga 23,8 persen, serta menguasai pasar pada September sebesar 0.8 persen. Sumbangan signifikan Firefox, terjadi saat Mozilla meluncurkan update Firefox 3.5. Saat itu versi terakhir tersebyt, mampu menghasilkan kontribusi sebesar 4 persen.

Apa yang membuat Mozilla begitu agresif? Tampaknya dua kata matra begitu membius para pengguna internet, lebih cepat dan lebih aman. Karena telah mengalami sistem kompresi, saat kita mengakses internet lewat MF maka otomatis halaman lebih cepat terbuka. Mozilla yang merupakan browser buatan Jamie Zawinski, seorang pegawai Netscape Communications Corporation, juga terkenal tangguh dalam memblok serangan spyware.

Jelas, keberhasilan MF adalah karena kejelian browser open source yang diperkenalkan pertama kali pada 1998 itu, dalam membaca peta dan kebutuhan pengguna internet. Inilah salah satu pelajaran penting bagaimana challenger mampu menggoyang dominasi penguasa pasar, yakni membangun produk yang pada akhirnya diidentikkan sebagai katagori berbeda di kolam yang sama.

Bila trendnya terus meningkat, kini kita tunggu, kapan persisnya Mozilla akan berada disingasana teratas dalam dunia ’persilatan’ browser. Namun, Anda dan saya tentu sepakat kalau Mozilla saat ini memang layak menyandang predikat : the best web browser.

Friday, October 9, 2009

China Kandidat Pasar Kamera Digital Terbesar


Seperti halnya Indonesia, sebagai emerging market, China juga merupakan tambang emas baru bagi Canon. Vendor kamera digital terbesar di dunia itu, optimis bahwa Cina akan menjadi pasar masa depan dan akan mengkontribusi pendapatan yang signifikan bagi perusahaan itu dalam beberapa tahun mendatang. Dengan tingginya permintaan, Canon memprediksi bahwa krisis ekonomi global tidak berpengaruh banyak dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Masaya Maeda, chief executive Canon's Image Communication Products Operations, mengatakan bahwa Cina menjadi pasar kunci di seluruh dunia untuk pembuat kamera digital, bahkan ketika pengiriman global diperkirakan akan turun sebesar 7 persen tahun ini akibat perlambatan ekonomi.

"Meskipun juga telah dipengaruhi oleh krisis keuangan, pertumbuhan kamera digital di China masih terbilang cepat," kata Masaya Maeda. "Saya pikir, pada tahun 2012, negara ini akan mampu menyumbangkan 20 persen dari pendapatan global Canon." Ujarnya.

Menurut perusahaan riset domestik CCID Consulting, saat ini Canon memimpin pasar pasar kamera digital domestik, dengan hampir 30 persen market share. Posisi Canon diikuti oleh Sony, Samsung dan Nikon.

Selama beberapa tahun terakhir, Canon telah mencatat hampir 30 persen pertumbuhan di negara ini, menjadikan Cina sebagai pasar terbesar ketiga setelah Amerika Serikat dan Jepang.

Namun krisis keuangan yang melanda dunia sejak akhir tahun lalu, memotong laba bersih Canon sebesar 37 persen tahun lalu. Marjin laba yang menyusut, dipicu oleh menguatnya yen dan kondisi pasar yang stagnan membuat Canon harus mengubah orientasi pasar, termasuk China yang lebih prospektif..

Menurut laporan sebelumnya dari perusahaan riset GfK cina, pengiriman kamera digital di Cina yang diperkirakan menurun 3 sampai 4 persen tahun ini akibat kemerosotan ekonomi. Hal ini sangat berlawanan dengan pertumbuhan 13 persen melihat tahun lalu.
Hideki Ozawa, Presiden Canon Cina, mengatakan kemarin bahwa ia masih yakin bahwa bisnis Canon di Cina bisa tumbuh sebesar 20 persen tahun ini.

"Meskipun pertumbuhan bisnis kami sedikit melambat pada semester pertama tahun ini, saya pikir kami masih bisa tumbuh lebih dari 20 persen pada paruh kedua tahun ini karena perekonomian Cina terus untuk pulih," katanya.

Sementara itu Nikon, juga mengatakan bisnis di Cina tidak terkena dampak dari perlambatan ekonomi seperti yang disebutkan sebelumnya. Nikon tahun lalu meraih 10 persen pangsa pasar dalam kamera digital kompak dan 40 persen dalam kamera DSLR dan menargetkan memperoleh pangsa pasar yang lebih besar lagi di Cina tahun ini.

Canon Global Vs Canon Indonesia


Era digital memunculkan Canon sebagai salah satu jawara. Namun, krisis ekonomi global memang berdampak cukup berat terhadap banyak produsen digital imaging, termasuk Canon Corp. Produsen kamera digital terbesar di dunia, melaporkan terkikisnya profit di kuartal terakhir tahun lalu sebesar 81%. Perusahaan ini juga memprediksikan penurunan pendapatannya hingga dua per tiga dibandingkan periode yang sama tahun lalu, lantaran menyusutnya permintaan kamera dan menguatnya yen terhadap dolar AS.

Prediksi tahunan Cannon dilihat sebagai indikator pendapatan dari eksportir Jepang untuk tahun ke depan. Maklum, sementara sebagian besar perusahaan di Jepang tutup buku pada 31 Maret, bisnis Canon tutup buku pada 31 Desember.

Canon yang juga memimpin atas Sony dan Nikon Corp untuk pasar kamera digital, tidak memberikan prediksi dividen untuk tahun kerbau ini.

Untuk mengurangi beban biaya, Canon mengatakan bakal memangkas ongkos produksinya sebesar 70 miliar yen sepanjang tahun 2009 ini. Pasalnya, perusahaan elektronik, termasuk Canon, harus berhadapan dengan krisis yang memaksa mereka harus menghitung ulang produksinya dan memangkas pekerjanya.

"Pendapatan seperti ini tidak bisa dihindarkan dalam kondisi perekonomian yang tidak semestinya," tukas Mitsushige Akino, Chief Fund Manager untuk Ichiyoshi Investment Management.

Berbeda dengan kondisi di Eropa dan Amerika Utara yang cenderung mengerut, pasar Indonesia terbilang tetap cerah. “Pasar kamera digital terus tumbuh, tidak hanya di kota-kota besar namun juga berbagai daerah lain di Indonesia. Itu sebabnya tidak ada perubahan target pencapaian Canon dari yang ditetapkan sebelumnya”, pungkas Direktur Divisi Canon, Datascrip, Merry Harun.

Merry menjelaskan, sesuai trend saat ini pertumbuhan kamera digital didominasi oleh kamera jenis saku (compact). Dari 800 ribu unit target kamera yang diprediksi akan terjual di 2009, Canon mematok target penjualan sebanyak 230 ribu unit. Untuk jenis kamera tersebut, Canon tetap mengandalkan dua varian, IXUS dan PowerShot.

IXUS lebih ditujukan bagi pengguna yang memerlukan sebuah produk yang sederhana namun bergaya, sementara PowerShot ditujukan bagi pengguna yang menginginkan fungsi lebih dari sekedar kamera biasa. Sejauh ini pasar terbesar diserap PowerShot, yakni sebanyak 60% dan Ixus 40%. Tidak seperti kamera jenis DSLR, dimana Canon menguasai market share hingga 60%, pada segmen compact, vendor asal Jepang ini hanya menguasai 25% pangsa pasar karena ketatnya persaingan.

Menurut Merry, Canon tidak ingin terjebak dalam perang harga yang cenderung terjadi akhir-akhir ini, terutama di segmen entry level. Seperti halnya ponsel, sejumlah brand mematok harga dibawah Rp 1 juta. Kondisi itu memang memicu kenaikan permintaan, namun bagi Canon, kualitas adalah nomor satu sehingga Canon lebih cenderung bermain di segmen mid to high end. “Segmen ini tidak terlalu terpengaruh dengan harga. Perbedaan harga Rp 300 – Rp 500 ribu bukan halangan, sepanjang produk yang dibeli terkenal dengan kualitas dan layanan purna jual”, tukas Merry.

Untuk mendukung pertumbuhan penjualan, memasuki semester kedua 2009, Canon meluncurkan jajaran kamera digital terbaru dari seri PowerShoot dan IXUS. Mereka adalah: Canon PowerShot G11, S90, SX 20, SX 120 IS, IXUS 200 IS dan IXUS 120 IS. Kamera-kamera itu ditawarkan dengan harga bervariasi, terendah Rp 3,1 juta dan termahal Rp 5.750 ribu.