Sunday, November 6, 2011

Monte Carlo, Life Is a Festival ..!


Menyebut boat dan kapal pesiar, rasanya tidak akan lepas dari Monte Carlo. Wilayah yang merupakan jantung dari kerajaan Monaco ini, adalah surga kaum hedonis terutama bagi penggila perahu motor dan kapal pesiar mewah. Menyaksikan deretan kapal-kapal yang tengah bersandar di tepi dermaga atau pelabuhan di kota ini, adalah merupakan keasyikan tersendiri. Raja Monaco Pangeran Albert, rupanya tetap meneruskan kebijakan yang telah digagas pendahulunya, termasuk ayahnya Pangeran Ranier yang wafat pada 2005, yang menggariskan bahwa Monaco adalah kota sekaligus negara yang siap dengan pesta sepanjang tahun.

Sebagai pelabuhan tempat kapal pesiar dari seluruh penjuru dunia berlabuh, Monte Carlo memang layak menyandang predikat sebagai kota cantik sekaligus mahal. Namun siapa sangka, seratus tahun lalu kawasan ini masih lekat dengan kisah-kisah pemberontakan akibat perseteruan dua bangsa, Spanyol dan Perancis.

Dibangun pada 1866 silam oleh Pangeran Charles III, wilayah ini sebelumnya hanyalah merupakan daerah berbukit-bukit yang miskin pesona. Pamornya kalah jauh dengan dua kota di Perancis selatan lainnya, yakni Nice yang kaya dengan tempat wisata, dan Cannes yang terkenal sebagai pusat busana dan kemudian festival film dunia.

Namun Charles III tak patah semangat. Gagasan membangun kasino dua tahun sebelum dibangunnya pelabuhan Monte Carlo, sungguhlah tepat. Nyatanya, meski kontroversial, dalam sekejap, orang-orang kaya Eropa berduyun-duyun datang untuk mengadu peruntungan. Apalagi ketika itu, tidak semua negara mengijinkan dibangunnya tempat judi secara legal. Bisa dibilang, Monte Carlo adalah cikal bakal kasino modern yang kini merambah ke banyak negara.

Kini Monte Carlo adalah jantungnya Monaco. Wilayah yang dikelilingi oleh laut biru Mediterania itu, menjelma menjadi magnet bagi para pemilik uang dari seluruh penjuru dunia. Bahkan banyak selebritis dan olahragawan top, memilih Monte Carlo sebagai tempat tinggal, seperti mantan petenis top dunia Boris Becker. Peraih gelar Wimbledon termuda sepanjang sejarah itu, telah berdiam sejak lebih dari 15 tahun lalu.

Iklim yang hangat dengan lebih dari 300 hari matahari bersinar sepanjang tahun, didukung oleh tradisi budaya dan peninggalan kuno, semakin melengkapi pesona Monte Carlo sebagai kawasan favorit di jantung Eropa. Disisi lain beragam ajang bergengsi dari fashion show, hingga ajang jet darat F1 dan kejuaraan power boating kelas dunia, semakin mempertegas daya magis Monte Carlo sebagai kota yang mengumbar kesenangan dunia. Tidak salah bila ada ungkapan yang menyebutkan bahwa “kehidupan di Monte Carlo hanya berputar pada tiga titik : kasino, Hotel de Paris, dan Cafe de Paris”. Life is a festival ..

No comments: