Monday, August 23, 2010

Smartphone Bakal Semakin Booming


Jika iseng-iseng Anda melakukan poling kecil-kecilan, apa smartphone yang layak dimiliki. 3 dari 1 responden, mungkin akan memilih Blackberry dengan beragam alasan. Yang menarik, dari beberapa alasan tersebut, tetap terhubung dengan teman-teman via BBM dan jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter, umumnya adalah alasan utama.

Jelas, hal ini adalah kabar baik bagi operator. Karena popularitas Blackberry yang sebelumnya identik dengan push email, kini semakin mendorong pengguna untuk memanfaatkan layanan new business berbasis mobile broadband yang diprediksi akan menjadi revenue generator di masa depan. Sekaligus menggantikan basic service, seperti SMS dan voice, yang dipastikan bakal stagnan dalam beberapa tahun ke depan.

Itu sebabnya, untuk mendorong ekosistem pasar agar tumbuh lebih cepat, operator mulai mengurangi pola penjualan bundling dengan ponsel-ponsel GPRS (2G). Digantikan dengan ponsel cerdas, baik 3G atau HSPA hingga HSPA+.

Telkomsel dan Indosatnya, misalnya sudah mempelopori penjualan smartphone seperti berbasis Android dari berbagai merek, seperti HTC, LG, Sony Ericsson, Huawei, Samsung, dan Motorola.

Memang operator harus bergerak cepat, karena seringkali market juga menunggu momentum
yang kadang kala dapat di drive oleh costumer atau pemain di industri. Dan kabar baiknya, smartphone diprediksi akan menguasai lebih dari setengah penjualan ponsel di Asia pada 2015. Diperkirakan, ada sekitar 477 juta unit smartphone yang terjual di wilayah tersebut.

Hal ini diungkapkan firma riset Consultancy Frost and Sullivan. Disebutkan, smartphone akan mengambil porsi sebesar 54 persen dari total pasar ponsel Asia Pasifik dalam lima tahun mendatang, meningkat sangat tajam dari tahun 2009 yang hanya lima persen.

Manager Consultancy Frost & Sullivan Marc Einstein menyebutkan, melonjaknya tingkat penjualan smartphone sangat potensial mendorong pendapatan besar bagi para operator telekomunikasi, seiring membanjirnya permintaan akan layanan data.

Perkiraan ini sangat masuk akal mengingat smartphone merupakan perangkat yang menyediakan akses data lebih cepat untuk browsing internet, email, dan konten lain yang membuat smartphone selalu 'haus' akan data.

"Smartphone sangat penting untuk bisnis mobile broadband setiap operator, ARPU (Average Revenue Per User) pengguna smartphone biasanya meningkat sebesar 25 hingga 100 persen setelah bergantung pada pasar," kata Einstein.

Dia menambahkan, pasar Asia Pasifik khususnya sangat menarik untuk smartphone, mengingat terdapat peningkatan signifikan dalam penjualan smartphone di negara-negara seperti China, India dan Indonesia.

No comments: